Mengenal Lebih Jauh Beberapa Aset Kripto dari Indonesia

Kompas.com - 23/05/2021, 06:02 WIB
Ilustrasi mata uang kripto. SHUTTERSTOCKIlustrasi mata uang kripto.

Sementara untuk keamanan, Nicco menyebut semua emas XAU dipastikan telah tersertifikasi oleh Antam. Selain itu, emas fisiknya juga akan disimpan di brankas milik Xaurius yang diaudit oleh pihak independen setiap tiga bulan sekali.

Berbeda dengan token-token sebelumnya yang bisa dibeli langsung lewat exchange, token XAU saat ini baru bisa dibeli melalui website resmi Xaurius.

Namun, Nicco memastikan pihaknya saat ini sedang menjajaki untuk melisting XAU di beberapa bursa aset kripto di Indonesia.

“Kami berharap transaksi XAU segera bisa dilakukan di exchange paling lambat pada akhir semester I-2021. Jika sudah listing, ini tentunya akan semakin memudahkan bagi para investor untuk melakukan transaksi, karena bisa langsung lewat platform exchange tersebut,” imbuh Nicco.

Baca juga: Mau Investasi Aset Kripto? Simak Dulu Tiga Hal Penting Ini

Selain melakukan listing di exchange, Nicco menuturkan saat ini Xaurius juga secara intensif mengembangkan bisnisnya. Mulai dari menyiapkan aplikasi mobile Xaurius, menyediakan fitur seperti buyback guarantee, dan berbagai rencana lainnya guna memperkaya kegunaan token XAU dan semakin memudahkan para pengguna.

Menurut Co-founder Cryptowatch dan pengelola channel Duit Pintar Christopher Tahir, token seperti TKO atau ZMT saat ini cenderung lebih menarik digunakan sebatas untuk trading saja. Karena alternative coin seperti TKO ataupun ZMT punya kecenderungan kinerja yang lebih baik dibanding koin utama ketika pasar berada dalam tren bullish.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Namun, dari sisi use and case, keduanya saat ini masih sebatas digunakan untuk transaksi dalam exchange masing-masing. Sehingga prospek kenaikan harganya ke depan akan cenderung bergantung dengan pertumbuhan penggunanya,” jelas Christopher.

Sementara terkait fitur pemberian bunga ketika investor melakukan staking terhadap koin tersebut, Christopher menilai itu memang bisa menjadi bonus bagi investornya. Namun, ia tetap mengingatkan, ketika volatilitas terjadi baik TKO maupun ZMT berpotensi mengalami koreksi lebih dalam dibanding Bitcoin.

Oleh karena itu, jika dijadikan sebagai pilihan investasi jangka panjang, Christopher masih cukup meragukannya seiring nilai use & case-nya belum teruji, apalagi ketika market mengalami crash.

Baca juga: Soal Besaran Pajak Kripto, Ini Usulan Tokocrypto dan Indodax

Sementara untuk XAU, ia agak menyangsikannya karena investor tidak bisa memastikan dengan pasti apakah aset tersebut benar-benar ada. Ia cukup khawatir, aset-aset tersebut rawan akan manipulasi di balik layarnya.

“Mungkin ada yang akan mengklaim itu sudah diaudit, namun audit tentunya gak dilakukan setiap hari dong. Bisa aja hari ini selesai diaudit semuanya sesuai, minggu depannya barangnya tidak ada sama sekali. Jadi harus lebih berhati-hati juga,” pungkas Christopher.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Mengenal lebih jauh aset kripto dari Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.