Larangan Mudik Berakhir, Penumpang Bus AKAP dari Jabodetabek Melonjak

Kompas.com - 23/05/2021, 17:06 WIB
Suasana di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, satu hari setelah larangan mudik Lebaran 2021, Selasa (18/5/2021). Sejumlah orang memilih untuk mudik Lebaran hari ini lantaran pada tanggal 6-17 Mei terdapat larangan mudik Lebaran. KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALSuasana di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, satu hari setelah larangan mudik Lebaran 2021, Selasa (18/5/2021). Sejumlah orang memilih untuk mudik Lebaran hari ini lantaran pada tanggal 6-17 Mei terdapat larangan mudik Lebaran.


JAKARTA, KOMPAS.com – Penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mengalami lonjakan seiring berakhirnya masa larangan mudik Lebaran yang berlaku pada 6 - 17 Mei 2021.

Lonjakan jumlah penumpang bus AKAP setidaknya tercermin dari trafik Terminal Tipe A di bawah pengelolaan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Kepala BPTJ Polana B. Pramesti menyebutkan trafik penumpang bus AKAP secara lebih rinci.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data pada tanggal 18 hingga 21 Mei 2021 tercatat terjadi kenaikan jumlah keberangkatan penumpang AKAP di Terminal Jatijajar Depok, Terminal Poris Plawad Tangerang dan Terminal Baranangsiang Bogor. Sementara khusus untuk terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan tidak terjadi kenaikan.

Baca juga: Ini Jadwal Bus Gratis untuk Mengurai Kepadatan Penumpang KRL Jabodetabek

Peningkatan terjadi dengan asumsi dibandingkan dengan jumlah rata-rata penumpang pada masa normal yaitu pada bulan Januari - Maret 2021.

Terminal Jatijajar Depok misalnya, Polana menyampaikan bahwa pada bulan Januari hingga Maret, setiap hari rata-rata melayani penumpang AKAP sekitar 324 orang.

Sementara setelah berakhirnya masa peniadaan mudik setidaknya rata-rata per hari terdapat pengguna layanan angkutan bus AKAP di terminal ini sebanyak 519 penumpang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dengan demikian kenaikan penumpang yang berangkat melalui Terminal Jatijajar Depok pada periode ini tercatat kurang lebih sebesar 60 persen,” jelas Polana dalam keterangannya pada Minggu (23/5/2021).

Kebanyakan tujuan yang dipilih dari Terminal Jatijajar Depok adalah bus tujuan Ponorogo, Bojonegoro, Yogyakarta dan Pekalongan. Jumlah PO yang terdapat di Terminal Jatiajar sendiri sebanyak 48 perusahaan.

Baca juga: Di Stasiun Senen dan Terminal Pulogebang Jumlah Penumpang Turun 90 Persen

Sementara itu, kenaikan jumlah pengguna layanan AKAP sebesar 8,87 persen tercatat di Terminal Baranangsiang Bogor. Pada hari-hari biasa seperti pada bulan Januari sampai dengan Maret rata-rata per hari Terminal Baranangsiang melayani penumpang sekitar 203 orang.

“Pasca masa peniadaan mudik, Terminal Baranangsiang tercatat melayani sebanyak 221 penumpang rata-rata per hari,” ungkap Polana.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.