PNBP Sektor ESDM Capai Rp 55,11 Triliun pada Kuartal I-2021

Kompas.com - 24/05/2021, 10:17 WIB
Ilustrasi migas SHUTTERSTOCKIlustrasi migas

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada sektor ini mencapai Rp 55,11 triliun sepanjang kuartal I-2021. Capaian itu setara 61,1 persen dari target.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, aktivitas perekonomian nasional dan global yang belum pulih akibat pandemi Covid-19 memberikan dampak serius bagi pertumbuhan sektor ESDM.

Namun menurutnya sektor ESDM masih tetap konsisten memberikan kontribusi besar pada pendapatan negara.

"Realisisasi pendapatan negara bukan pajak sektor ESDM kuartal 1 tahun 2021 mencapai Rp 55,11 triliun atau 61,1 persen dari target," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (24/5/2021).

Baca juga: Jadi Korban Kecelakaan? Ini Cara Ajukan Klaim Asuransi Jasa Raharja

Arifin menjelaskan, selain menyetorkan PNBP, sektor ESDM juga memberikan kontribusi pada perekonomian lewat investasi. Tercatat investasi nasional yang disumbangkan sektor ESDM sebesar 10,83 miliar dollar AS.

Kontribusi investasi itu berasal dari subsektor migas sebesar 2,67 miliar dollar AS, listrik sebesar 1,44 miliar dollar AS, minerba sebesar 5,98 miliar dollar AS, serta energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) sebesar 740 juta dollar AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, potensi sektor ESDM yang bergerak positif tercermin dari nilai ekspor migas yang mengalami kenaikan pada April 2021 baik secara bulanan (mtm) maupun tahunan (yoy).

Pada April 2021, ekspor migas tercatat sebesar 960 juta dollar AS atau naik 5,34 persen dari posisi Maret 2021 yang sebesar 910 juta dollar AS. Secara tahunan, ekspor migas tumbuh signifikan 69,60 persen dibandingkan posisi April 2020 yang sebesar 560 juta dollar AS.

Baca juga: Begini Cara Menghindar dari Jeratan Pinjol Ilegal

Sedangkan impor sektor migas tercatat mengalami penurunan secara bulanan. Pada April 2021 impor migas mencapai 2,03 miliar dollar AS atau turun 11,22 persen dari posisi Maret 2021 yang sebesar 2,28 miliar dollar AS.

Arifin menyatakan, tren impor migas akan terus ditekan melalui berbagai program strategis ESDM. Diantaranya dengan pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga.

"Selain itu dengan mendorong pemanfaatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB)," tutup Arifin.

Baca juga: Bukan Sembarangan, Ini Alasan Kenapa Kartu ATM Harus Pakai Chip



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.