Jadi Korban Kecelakaan, Ini Besaran Santunan Asuransi Jasa Raharja

Kompas.com - 24/05/2021, 18:00 WIB
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. iStock/KwangmoozaaIlustrasi kecelakaan lalu lintas.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Raharja (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola asuransi bagi para penumpang angkutan umum, penumpang kendaraan pribadi, dan pejalan kaki. Artinya, tiga kategori tersebut akan mendapat santunan asuransi dari Jasa Raharja jika menjadi korban kecelakaan.

Sebab, secara tak sadar kita telah membayar premi asuransi perusahaan plat merah itu secara rutin. Jasa Raharja sendiri menggunakan dua metode untuk pengutipan preminya ke masyarakat.

Metode pertama dinamai Iuran Wajib. Setiap penumpang yang akan menggunakan alat transportasi umum membayarkan iuran wajib yang disatukan dengan ongkos angkut pada saat membeli karcis atau membayar tarif angkutan dan pengutipan ini dilakukan oleh masing-masing operator (pengelola) alat transportasi tersebut.

Baca juga: Jadi Korban Kecelakaan? Ini Cara Ajukan Klaim Asuransi Jasa Raharja

Metode kedua, yakni Sumbangan Wajib. Pembayaran sumbangan wajib dilakukan secara periodik (setiap tahun) di kantor Samsat pada saat pendaftaran atau perpanjangan STNK.

Lalu, berapa sebenarnya santunan yang diberikan Jasa Raharja bagi korban kecelakaan?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut besaran santunan Jasa Raharja bagi korban kecelakaan:

  • Santunan meninggal dunia: Rp50 juta
  • Santunan cacat tetap (maksimal): Rp50 juta
  • Santunan perawatan (maksimal): Rp20 juta bagi pengguna alat angkutan darat serta laut dan Rp 25 juta bagi pengguna alat angkutan udara
  • Santunan penggantian biaya penguburan jika korban tidak memiliki ahli waris: Rp4 juta
  • Santunan untuk manfaat tambahan (penggantian biaya P3K): Rp1 juta
  • Santunan untuk manfaat tambahan (penggantian biaya ambulans): Rp500.000.

Hak Santunan menjadi gugur/kadaluarsa jika:

  • Permintaan diajukan dalam waktu lebih dari 6 bulan setelah terjadinya kecelakaan.
  • Tidak dilakukan penagihan dalam waktu 3 bulan setelah hal dimaksud disetujui oleh Jasa Raharja.

Santunan diberikan kepada ahli waris dengan prioritas skala sebagai berikut:

  • Janda/Duda yang sah
  • Anak-Anaknya yang sah
  • Orang Tuanya yang sah
  • Apalbila tidak ada ahli waris, maka diberikan penggantianbiaya penguburan kepada yang menyelenggarakan.

Cara klaim

  • Melengkapi formulir dan data diri Formulir dan data diri bisa diisi secara online di https://www.jasaraharja.co.id/layanan/formulir-pengajuan-santunan
  • Memastikan dokumen dan bukti-bukti untuk klaim sudah sah dan lengkap
  • Dokumen akan diteliti dan proses pengajuan santunan akan dimulai.

Baca juga: Jasa Raharja: Korban SJ 182 Pakai Data Orang Lain Bisa Dapat Santunan, tetapi...

Dokumen Persyaratan

  • Meminta surat keterangan kecelakaan dari Unit Lakalantas Polres setempat atau instansi serupa yang memiliki wewenang (misalnya PT KAI untuk kereta api dan Syah Bandar untuk kapal laut).
  • Membuat surat keterangan kesehatan atau kematian dari rumah sakit.
  • Membawa identitas pribadi korban (asli dan fotokopi) seperti:
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Surat Nikah.
  • Mengunjungi kantor Jasa Raharja dan mengisi formulir, di antaranya:
  1. Formulir pengajuan santunan.
  2. Formulir keterangan singkat kecelakaan.
  3. Formulir kesehatan korban.
  • Keterangan ahli waris jika korban meninggal dunia.
  • Menyerahkan formulir serta melampirkan dokumen pendukung kepada petugas.
  • Untuk korban luka-luka yang mendapatkan perawatan harus memiliki:
  1. Laporan Polisi berikut sketsa Tempat Kejadian Perkara (TKP) atau laporan kecelakaan pihak berwenang lainnya.
  2. Kuitansi biaya perawatan, kuitansi obat-obatan yang asli dan sah yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit.
  3. Fotokopi KTP korban.
  4. Surat kuasa dari korban kepada penerima santunan (bila dikuasakan) dilengkapi dengan fotokopi KTP korban penerima santunan.
  5. Fotokopi surat rujukan bila korban pindah ke Rumah Sakit lain.
  6. Untuk Korban luka-luka hingga mengalami cacat:
  7. Laporan Polisi berikut sketsa TKP atau laporan kecelakaan pihak berwenang lainnya.
  8. Keterangan cacat tetap dari dokter yang merawat korban.
  9. Fotokopi KTP korban.
  10. Foto diri yang menunjukkan kondisi cacat tetap.
  • Untuk Korban luka-luka kemudian meninggal dunia:
  1. Laporan Polisi berikut sketsa TKP atau laporan kecelakaan pihak berwenang lainnya.
  2. Surat kematian dari Rumah Sakit/Surat Kematian dari kelurahan, jika korban tidak dibawa ke Rumah Sakit.
  3. Fotokopi KTP korban dan ahli waris juga fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  4. Fotokopi surat nikah bagi korban yang telah menikah.
  5. Fotokopi akta kelahiran atau akta kenal lahir, bagi korban yang belum menikah.
  6. Kuitansi asli dan sah biaya perawatan dan kuitansi obat-obatan.
  7. Fotokopi surat rujukan bila korban pindah rawat ke Rumah Sakit lain.
  • Untuk Korban meninggal dunia di TKP:
  1. Laporan polisi berikut sketsa TKP atau laporan kecelakaan pihak berwenang lainnya.
  2. Surat kematian dari rumah sakit atau surat kematian dari kelurahan jika korban tidak dibawa ke rumah sakit.
  3. Fotokopi KTP korban dan ahli waris.
  4. Fotokopi KK.
  5. Fotokopi surat nikah bagi korban yang telah menikah.
  6. Fotokopi akta kelahiran atau akte kenal lahir bagi korban yang belum menikah.

Kriteria Korban Kecelakaan yang Tak Dapat Santunan dari Jasa Raharja

  • Korban celaka karena menerobos palang pintu kereta api.
  • Korban yang mengalami kecelakaan terbukti sedang melakukan kejahatan (contoh: maling yang mengebut di jalan karena ingin kabur).
  • Pengendara yang menyebabkan terjadinya kecelakaan dua atau lebih kendaraan bermotor.
  • Korban Kecelakaan yang terbukti mabuk.
  • Korban kecelakaan yang disengaja karena bunuh diri atau percobaan bunuh diri.
  • Korban celaka karena mengikuti perlombaan kecepatan, seperti lomba balap mobil dan lomba balap motor.

Baca juga: Nekat Mudik Pakai Travel Gelap? Ingat, Jasa Raharja Tak Akan Jamin bila Terjadi Kecelakaan!

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.