Bangun Infrastruktur LNG di Kilang Cilacap, Pertamina Siapkan Rp 2,1 Triliun

Kompas.com - 26/05/2021, 21:24 WIB
 Ilustrasi kilang minyak DOK. Shutterstock Ilustrasi kilang minyak

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Gas, Subholding Kilang, Subholding Shipping, dan PT Badak LNG bekerjasama untuk menyediakan infrastruktur gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) terintegrasi, untuk mendukung pengembangan bisnis kilang Pertamina di Cilacap.

Proyek ini akan menyuplai gas dengan peningkatan volume secara bertahap mencapai 111 MMSCFD selama 20 tahun ke Kilang Cilacap.

Pembangunan infrastruktur ini akan dilaksanakan dengan skema Small Scale Land Based Regasification Terminal dan diperkirakan membutuhkan biaya investasi sebesar 151,7 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 2,1 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per dollar AS.

Baca juga: Restrukturisasi, Anak Usaha Pertamina Tinggal 12

Komitmen kerja sama ini diwujukan dalam tiga lingkup perjanjian yaitu, antara PGN dan KPI untuk penyediaan infrastruktur LNG.

Berikutnya antara PGN dan PT Badak LNG untuk penyediaan fasilitas penyimpanan dan breakbulking LNG.

Lainnya, antara PGN dan PIS untuk utilisasi kapal LNG dengan skema long term time charter atau skema angkutan LNG lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami berharap kerja sama ini menjadi contoh bagi Subholding lain bahwa Pertamina Group dapat bersinergi dan menghasilkan manfaat yang luar biasa,” ujar Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono, dalam keterangan tertulis, dilansir Rabu (26/5/2021).

Mulyono mengatakan, proyek ini akan digunakan untuk mengembangkan market LNG retail di Jawa Tengah bagian selatan dan menghasilkan efisiensi luar biasa mencapai 58,5 juta dollar AS per tahun dengan pemanfaatan gas.

Kilang Cilacap yang merupakan salah satu dari 7 unit pengolahan di Indonesia, memiliki kapasitas produksi sebesar 348.000 BSD.

Baca juga: Pertamina soal Hadiah Perayaan 40 Tahun: Itu Hoaks!

Fasilitas tersebut bernilai strategis dengan memasok 34 persen kebutuhan BBM nasional atau 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa.

Hal tersebut membuat Kilang Cilacap menjadi kilang dengan kapasitas terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama PGN Haryo Yunianto menyebutkan, sinergi ini menjadi bentuk dukungan PGN terhadap Pertamina Grup dalam mengelola portfolio LNG yang bisa dioptimalkan dalam rangka substitusi bahan bakar berjenis Residual Fuel Oil (FRO) menjadi bahan bakar berbasis gas.

"Proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menumbuhkan perekonomian nasional dan dapat mengurangi impor serta menekan defisit neraca migas," ucapnya.

Baca juga: Tekan Impor Elpiji, Begini Langkah Pertamina



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X