Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Gandeng Pengawas Perbatasan Australia

Kompas.com - 27/05/2021, 14:19 WIB
Sekretaris Jenderal KKP sekaligus Plt. Direktur Jenderal PSDKP Antam Novambar saat memberikan keterangan soal 5 kapal asing berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara. Kelima kapal itu mencuri cumi-cumi sebagai sasaran komoditasnya. Dok. KKPSekretaris Jenderal KKP sekaligus Plt. Direktur Jenderal PSDKP Antam Novambar saat memberikan keterangan soal 5 kapal asing berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara. Kelima kapal itu mencuri cumi-cumi sebagai sasaran komoditasnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya memberantas penangkapan ikan ilegal tak dilaporkan dan tak teregulasi (Illegal, Unreported, Unregulated Fishing/IUUF) terus dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Teranyar, KKP menggandeng pasukan pengawas perbatasan Australia (Australian Border Force/ABF) dalam pengawasan dan penegakan hukum kepada para penangkap ikan ilegal.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Antam Novambar mengatakan, kedua belah pihak sudah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

Baca juga: KKP Kembali Buka Penerimaan Peserta Didik Vokasi, Simak Syarat dan Jalurnya

“Penandatanganan MoU antara Ditjen PSDKP dan ABF ini akan semakin memperkuat kerja sama antar kedua lembaga dalam pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum," kata Antam Novambar dalam siaran pers, Kamis (27/5/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KKP ini mengungkapkan, kerja sama akan mencakup kegiatan patroli terkoordinasi, pertukaran data dan informasi, peningkatan kapasitas, serta kerja sama bilateral dan multilateral lainnya.

“Sebagai salah satu implementasinya, akan dilaksanakan Operation Gannet 5 di wilayah perbatasan Indonesia-Australia untuk beberapa hari ke depan,” jelas Antam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Suharta menyampaikan, kerja sama antara Indonesia dan Australia dalam penanganan illegal fishing di wilayah perbatasan telah berjalan sangat baik selama ini.

Kerja sama telah dilaksanakan dalam skema Indonesia-Australia Fisheries Surveillance Forum (IAFSF).

Baca juga: KKP Mulai Penyidikan Dua Kapal Berbendera Malaysia yang Diduga Lakukan Ilegal Fishing di Selat Malaka

“Ini forum kerja sama yang memang secara khusus dibentuk untuk mewadahi kerja sama di bidang pengawasan dengan pihak Australia,” ujar Suharta.

Sebagai informasi, kedua negara berkomitmen memberantas praktek penangkapan ikan ilegal yang berdampak pada kesejahteraan negara.

Pasalnya, ilegal fishing kerap dibarengi dengan perbudakan manusia dan penyelundupan senjata hingga narkoba.

Kedua negara menjalani Indonesia-Australia Joint Declaration on Maritime Cooperation yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tahun 2017.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.