SKK Migas Proyeksi Lifting Minyak Tak Capai Target di Akhir Tahun

Kompas.com - 27/05/2021, 17:05 WIB
Kepala SKK Migas yang juga Dwi Soetjipto  usai membuka Joint Convention Yogyakarta 2019 di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOKepala SKK Migas yang juga Dwi Soetjipto  usai membuka Joint Convention Yogyakarta 2019 di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta, Selasa (26/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menurunkan target produksi dan lifting minyak mentah harian. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, proyeksi lifting minyak mentah di akhir tahun hanya 682.000 barel per hari (bph).

Angka tersebut lebih rendah dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 yang sebesar 705.000 bph.

"Mudahan-mudahan bisa ke angka 700.000 bph di akhir tahun, tapi memang kita masih melihat average setahunnya, outlook 2021 itu 682.000 bph," ujarnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Komunitas Konsumen Minta Erick Thohir Batalkan Pengenaan Tarif di ATM Link

Dwi mengatakan, penurunan target tersebut setelah mengupayakan berbagai hal dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas yang berproduksi di Indonesia di tengah banyaknya tekanan pada masa pandemi ini.

Pada kuartal I-2021 saja realisasi lifting minyak bumi mencapai 676.200 bph, atau hanya 96 persen dari target APBN yang sebesar 705.000 bph.

Ia menjelaskan, keraguannya terhadap target lifting minyak dikarenakan mulai dari turunnya investasi di sektor hulu migas hingga berdampak pada rendahnya entry point di awal tahun yang produksinya hanya 699.000 bph.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tadinya pada saat menyusun APBN, kami berharap bahwa akhir tahun lalu terpukulnya karena Covid-19 tidak sangat besar, ternyata kondisinya di akhir tahun malah ada gap 14.200 bph," kata dia.

Kemudian banyaknya kegiatan pengeboran yang mundur karena pada kuartal I-2021 masih proses pengadaan dan persiapan. Hal ini membuat jadwal pengeboran terpaksa bergeser ke kuartal II dan kuartal III tahun ini.

Baca juga: Donasi Rp 85,8 Triliun Tahun Lalu, MackKenzie Scott Malah Tambah Tajir

Mundurnya kontribusi sumur baru karena keterlambatan eksekusi kegiatan pengeboran pada akhirnya membuat gap 3.900 bph, sementara mundurnya proyek onstream beberapa lapangan membuat gap 800 bph.

Selain itu disebabkan pula dengan adanya tantangan unplanned shutdown atau penghentian fasilitas produksi secara tidak terencana yang membuat terjadinya gap 6.100 bph.

Kendati demikian, lanjut Dwi, pihaknya tetap berupaya untuk meningkatkan produksi dan lifting minyak di sisa tahun ini. Hal itu dilakukan dengan penambahan program kerja yakni bor, workover dan well services yang targetnya mampu menambah minyak 3.500 bph.

Lalu optimasi produksi dari penerapan teknologi dengan skema no cure no pay yang targetnya dapat menambah 800 bph. Sedangkan dari debottlenecking dan pengurasan stok diharapkan bisa mendapat 2.400 bph.

"Sehingga ke depannya diharapkan ada bertambah 6.700 bph dari program upaya fill the gap tahun ini," tutup Dwi.

Baca juga: Blok Rokan Bakal Beralih ke Pertamina Agustus 2021, Sejauh Mana Progresnya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.