Ketika Barang Dagang Dunia Senilai Rp 215.212 Triliun Lewati Laut RI

Kompas.com - 28/05/2021, 07:41 WIB
Ilustrasi: kapal laut KOMPAS/AGUS SUSANTOIlustrasi: kapal laut

“Oleh karena itu saya dari Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi ingin membangun konsep kedaulatannya, yakni bagaimana kita bisa sama-sama membangun konsep kedaulatan maritim dari segi logistiknya, perdagangannya, lalu bagaimana kita bisa membangun konsep ketahanan maritim untuk bisa menghadapi negara-negara lain,” katanya.

Semua ucapan Basilio Dias Araujo ini disampaikan saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerjasama Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) anak Perusahaan PT. Krakatau Steel.

Baca juga: Bantah Dagang Vaksin Gotong Royong, Erick Thohir: Pemerintah Sudah Keluarkan Rp 77 Triliun

“Untuk itu, dengan kolaborasi dengan berbagai pihak dan salah satunya penandatanganan perjanjian ini, saya berharap kita bisa mempercepat dan memaksimakan persiapan pembangunan pelabuhan demi menjaga kedaulatan, sekaligus memaksimalkan potensi ekomomi yang dapat kita raih” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain mengungkapkan bahwa dengan penandatanganan perjanjian kerjasama ini, besar harapannya agar kerja sama berjalan dengan baik, khususnya mengenai pengembangan Pelabuhan Sabang dan juga Aceh.

"Melalui kerja sama ini, besar harapan kami agar Pelabuhan Bebas Sabang ini dapat mendongkrak perekonomian khususnya di Sabang dan semoga kita bisa bekerja sama dengan baik,” jelasnya.

Adapun Direktur Utama PT KBS Akbar Djohan mengatakan bahwa penandatanganan ini menjadikan langkah yang strategis dengan harapan terciptanya konektivitas pelabuhan curah di Indonesia serta untuk bersama mempersiapkan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Juga harapan kita bagaimana dukungan Kemenko Marves untuk bisa kami diberi kesempatan membuktikan bahwa kemampuan port di KBS maupun BPKS ini bisa segera mewujudkan poros maritim dunia di mana dari situ berangkat global supply chain bisa terealisasikan, untuk bisa memberikan nilai tambah ekonomi baik langsung maupun tidak langsung,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.