Blok Rokan Diurus Pertamina Agustus Ini, Sudah Sejauh Mana Prosesnya?

Kompas.com - 28/05/2021, 16:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah mengejar proses penyelesaian alih kelola wilayah kerja Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) ke PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain (PNKNL) Kemenkeu, Lukman Efendi menyebut, pengecekan sebelum alih kelola terdiri dari pengecekan tanah, harta benda modal, harta benda inventaris, dan material persediaan.

Adapun saat ini, pengecekan fisik tanah untuk Blok Rokan baru mencapai 10 persen akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Blok Rokan Akan Beralih dari Chevron ke Pertamina, Bagaimana Nasib Pekerja?

"10 persen dari total tanah itu luasnya sekitar 64.000 Ha yang jadi BMN sedang berlangsung, berjalan terus. Itu yang sudah kita lakukan cek fisik," kata Lukman dalam bincang DJKN, Jumat (28/5/2021).

Dia mengakui, pihaknya sempat menemui kendala saat mengecek aset tanah BMN di wilayah kerja Blok Rokan. Pasalnya, pandemi Covid-19 di beberapa wilayah kerja tersebut sempat terjadi peningkatan kasus.

"Kita sudah lakukan cek fisik dan lain-lain, nah memang kita agak keteteran di tanah. Kalau tanah harus kita cek semua, dan daerah Pekanbaru itu merahnya (Covid-19) lama. Pengalaman kita sudah dua orang terpapar Covid waktu penilaian ke sana," beber dia.

Kendati demikian, cek fisik harus berjalan mengingat nilai hulu migas ini mencapai Rp 97,78 triliun. Nilai tersebut setara dengan 20 persen dari total nilai Badan Milik Negara (BMN) KKKS Nasional sebesar Rp 497,62 triliun.

Adapun pengecekan untuk harta benda modal hingga bulan lalu baru mencapai 83 persen, harta benda inventaris mencapai 60 persen, sementara harta benda material sudah 100 persen.

Baca juga: Chevron Tekan Pencurian Minyak di Blok Rokan Pakai Drone Buatan Lokal

"Jadi ini cukup besar makanya kita agak perhatian ke situ, dan agak rumit. Industri hulu migas merupakan kegiatan usaha strategis dalam memberikan kontribusi dan nilai tambah bagi negara," pungkas Lukman.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, dalam proses alih kelola wilayah kerja Blok Rokan telah dibentuk steering committee.

Menurutnya, proses peralihan sudah dilakukan sejak 2019 dan beberapa bulan jelang dikelola oleh PHR terus diupayakan untuk berjalan optimal.

"Sekarang ini sudah tinggal beberapa bulan lagi, memang ini masih kejar-kejaran," ujar Dwi dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (27/5/2021).

Tercatat, luas wilayah kerja Blok Rokan mencapai 626.000 Ha dengan aset tanah mencapai Rp 71,74 miliar. Sementara itu, harta benda inventaris mencapai Rp 15,94 miliar, harta benda modal Rp 96,08 triliun, dan material persediaan Rp 1,6 triliun.

Baca juga: SKK Migas Beberkan Progres Alih Kelola Blok Rokan ke Pertamina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar 'Cloud Computing' di RI

Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar "Cloud Computing" di RI

Whats New
Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 'Drop Point' PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 "Drop Point" PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Whats New
Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Whats New
Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Rilis
Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Whats New
Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Whats New
HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

Whats New
Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Whats New
Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Whats New
Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Whats New
Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Whats New
HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

Whats New
Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Rilis
Luhut Nilai Peringatan HUT Ke-77 RI Sangat Spesial, Ini Alasannya

Luhut Nilai Peringatan HUT Ke-77 RI Sangat Spesial, Ini Alasannya

Whats New
Sandiaga Uno Ajak Investor Brunei Darussalam Tanam Investasi di 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK

Sandiaga Uno Ajak Investor Brunei Darussalam Tanam Investasi di 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.