KKP Ringkus 2 Kapal Illegal Fishing Asal Filipina di Laut Sulawesi

Kompas.com - 28/05/2021, 19:32 WIB
Kapal illegal fishing berbendera Filipina yang diringkus Kapal Pengawas Perikanan KKP di Laut Sulawesi. Dok. KKPKapal illegal fishing berbendera Filipina yang diringkus Kapal Pengawas Perikanan KKP di Laut Sulawesi.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menangkap dua kapal pencuri ikan ilegal (illegal fishing) berbendera Filipina lewat operasi Kapal Pengawas Perikanan di Laut Sulawesi.

Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Antam Novambar mengatakan, operasi pengawasan dilakukan oleh Kapal Pengawas Hiu 15 yang dinakhodai oleh Kapten Priyo Kurniawan.

“Kami mengonfirmasi penangkapan satu kapal purse seine dan pumboat," kata Antam dalam siaran pers, Jumat (28/5/2021).

Baca juga: Kemenkeu: Penagihan Utang Bambang Trihatmodjo Jalan Terus

Adapun dua kapal yang berhasil ditangkap, yaitu FB. GENEVIEVE (85GT) dengan alat tangkap pukat cincin (purse seine) dan FBCa. GIE 2 (9 GT) dengan alat tangkap Tuna Hand Line.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KKP ini menjelaskan, kapal dan seluruh awak telah berada di Pangkalan PSDKP Bitung untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

“Selain kapal dan barang bukti lainnya, ada total 27 awak kapal berkewarganegaraan Filipina yang kami amankan,” ungkap Antam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menambahkan, sudah cukup lama tidak ada kapal purse seine yang masuk ke wilayah perairan Laut Sulawesi.

Apalagi kapal FB. GENEVIEVE berukuran cukup besar, yaitu 85 GT.

Baca juga: Arya Sinulingga hingga Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom, Bambang Brodjonegoro jadi Komut

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X