Menko Airlangga: Indonesia Kembali Kirim Tabung Oksigen ke India

Kompas.com - 29/05/2021, 08:06 WIB
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan terkait kedatangan vaksin tahap ke-13 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Selasa (25/5/2021). Dok. AmiriYandi/InfoPublik/DJIKP/KominfoKetua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan terkait kedatangan vaksin tahap ke-13 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Selasa (25/5/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia kembali mengirimkan bantuan oksigen ke India. Kali ini, Indonesia mengapalkan 2.000 tabung oksigen dengan kapasitas masing-masing 6 meter kubik atau setara 40 liter oksigen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pada tahap pertama Indonesia sudah mengirimkan 1.400 tabung oksigen pada 10 Mei 2021.

"Indonesia melanjutkan penyaluran bantuan oksigen, sebanyak 2.000 tabung oksigen di tahap kedua ini, dari total 3.400 tabung oksigen yang direncanakan, di mana tahap pertama telah disalurkan 1.400 tabung oksigen pada 10 Mei lalu," jelas Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (29/5/2021).

Ia bilang, kasus Covid-19 yang melanda India telah tercatat mencapai 27,4 juta kasus dan menyebabkan sekitar 315 ribu kematian.

Baca juga: Menko Airlangga: Kasus Covid-19 Meningkat 2 Pekan Setelah Lebaran

India menjadi negara dengan kasus Covid-19 kedua tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat. Kasus aktif yang dihadapi India hingga saat ini masih berada pada kisaran angka 2,5 juta kasus aktif.

Bahkan, dalam satu pekan terakhir, dilaporkan tambahan 1,6 juta kasus baru, dan lonjakan tinggi jumlah kematian harian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam masa sulit yang melanda India seperti saat ini, sudah semestinya bangsa Indonesia memberikan kemampuan terbaiknya untuk membantu saudara kita yang sedang membutuhkan," kata Airlangga.

Menurut dia, aksi inisiatif ini merupakan bentuk solidaritas dari Indonesia kepada India.

Baca juga: Airlangga Memohon Partisipasi Masyarakat Ikut Program Vaksin Covid-19

"Dan juga sebagai pengingat bagi kita bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini, kita harus menguatkan solidaritas dan terus bergandengan tangan sebagai sesama manusia agar pandemi ini bisa lebih mudah dihadapi dan dapat segera diakhiri," terang dia.

Airlangga berujar, pemerintah Indonesia juga saat ini terus melakukan evaluasi penanganan pandemi Covid-19 di dalam negeri.

"Presiden telah memberi arahan bahwa segala upaya yang telah dilakukan dalam rangka penanganan dan pengendalian Covid-19 di Tanah Air agar tidak diubah dan ditingkatkan performanya," ungkap Airlangga.

"Kita harus terus menegakkan kepatuhan dan kedispilinan dalam penerapan protokol Kesehatan sebagai kunci dalam pencegahan Covid-19. Saya tidak akan pernah lelah untuk mengajak kita semua agar terus patuh dan disiplin, terutama dalam memakai masker, dan menghindari kerumunan. Jangan sampai kendor," tambah dia.

Baca juga: Soal Tax Amnesty Jilid II, Menko Airlangga: Presiden Sudah Kirim Surat ke DPR...

Ia juga mengatakan, terjadi kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia tepat dua pekan pasca Lebaran Idul Fitri 1442 H. Tercatat, kasus harian meningkat beberapa hari terakhir pada kisaran di atas 5.000 kasus per hari.

Kasus meningkat mulai tanggal 19 Mei hingga saat ini.

Meski demikian, kasus aktif nasional.per 26 Mei mengalami penurunan sebesar 96.187 atau 45,5 persen dibanding puncak kasus pada tanggal 5 Februari 2021 sebesar 176.672 kasus.

“Tingkat kasus aktif nasional ada di angka 5,4 persen, lebih rendah dari pada angka global yang sebesar 8,8 persen. Namun perlu kita antisipasi tren kenaikan kasus aktif selama seminggu belakangan ini,” ujar Airlangga.

Baca juga: Idul Fitri, Airlangga Ajak Doakan Pandemi Covid-19 Berakhir dan Ekonomi RI Pulih



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.