Nasib Maskapai Penerbangan Indonesia di Tengah Pandemi

Kompas.com - 31/05/2021, 05:06 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Peluang

Di tengah kesulitan yang sangat pelik menerpa bisnis indsutri penerbangan global, Indonesia sendiri masih memiliki potensi yang cukup menjanjikan dalam pengembangan sektor angkutan udara.

Pasar penerbangan domestik masih memberikan harapan besar bagi bisnis maskapai penerbangan. Demikian pula pasar angkutan barang alias kargo udara dan juga charter flight tetap memperlihatkan sinar terang bagi usaha jasa angkutan udara.

Namun itu semua hanya akan berlaku dengan catatan bila dijalankan oleh sebuah maskapai penerbangan yang kondisinya “sehat wal afiat” tidak kurang suatu apa. Peluang yang ada sungguh masih berada dalam posisi yang cukup menjanjikan.

Ongkos sewa pesawat sekarang ini relatif murah, mencari tenaga kru dan karyawan relatif mudah sementara pasar masih tetap terbuka. Sekali lagi tentu saja peluang ini hanya terbuka bagi perusahaan penerbangan yang tidak memiliki masalah, terutama dalam sisi kondisi finansial dan manajemen.

Itu sebabnya sudah ada dan terdengar sayup sayup sampai akan berdirinya atau didirikannya perusahaan maskapai penerbangan “baru” yang akan beroperasi di dalam negeri.

Baca juga: Mengenal Rusdi Kirana, Sosok yang Disebut Suntik Dana Hampir Rp 1 Triliun ke Super Air Jet

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Intinya adalah potensi dari peluang yang ada hanya tersedia bagi sebuah maskapai penerbangan baru yang sehat.

Peluang yang tidak mungkin dapat diraih oleh maskapai penerbangan yang sudah terlanjur besar, apalagi yang tengah bermasalah. Penyebabnya sederhana sekali, bahwa perusahaan penerbangan yang sudah terlanjur besar posturnya dengan kondisi pasar yang menurun menjadi sangat kecil, maka apapun yang dikerjakan tidak akan dapat menutupi “ongkos” perusahaan bila hanya mengandalkan dari porsi keuntungan yang mungkin dapat di peroleh.

Tidak demikian halnya bila muncul sebuah maskapai penerbangan baru yang skala dan postur serta struktur perusahaannya sesuai dengan tuntutan pasar yang tersedia.

Persoalannya adalah untuk me-reset atau me-reboot sebuah maskapai penerbangan, apalagi yang sudah terlanjur besar dalam arti memiliki pesawat yang banyak serta kru dan karyawan yang ratusan bahkan ribuan jumlahnya, tidaklah semudah me-reset atau me-reboot sebuah handphone atau laptop misalnya.

Semoga proses vaksinasi yang tengah berjalan dan upaya bersama dalam menanggulangi pandemic covid 19 dapat segera berhasil, sehingga nasib maskapai penerbangan di Indonesia dapat segera membaik kembali.

 

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.