Dari Bisnis Olahan Ikan, Pria Ini Hasilkan Rp 2,3 Juta dalam Seminggu

Kompas.com - 31/05/2021, 08:55 WIB
Doc. Kementerian Kelautan dan Perikanan / Bisnis Olahan Ikan 'The Boboko' DOKUMENTASI KKPDoc. Kementerian Kelautan dan Perikanan / Bisnis Olahan Ikan 'The Boboko'

"Alhamdulillah, bukan cuma dikasih materi, tapi juga didampingi. Hasilnya, saat ini pemasaran sudah mulai meluas melalui media online, seperti Go Food, IG @bobokonasiku, dan juga sedang mempersiapkan masuk dalam market place lain, seperti Tokopedia dan Shopee. Selain itu, tersedia pula melalui penjualan offline di toko frozen food dan bantuan para reseller," katanya.

Kini, kapasitas produksi usaha Heri mencapai 15 kilogram ikan untuk pengolahan bakso ikan dan dimsum per pekan.

Selain itu, dia juga memproduksi 10 kilogram otak-otak Bandeng dan 14 kilogram ayam untuk pengolahan Chicken Katsu dan produk olahan tersebut juga ditambahkan untuk pesanan rice box dan nasi bento.

Dengan harga jual bakso ikan Rp 30.000 per pack, otak-otak Bandeng Rp 25.000-Rp 45.000 per ekor, dimsum Rp 30.000 per pack, Chicken Katsu Rp 45.000 per pack, dan ricebox atau nasi bento Rp 20.000 per pack, dia membukukan omzet Rp 2,35 juta per minggu.

"Omzet ini akan meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan pasar," sebut Heri.

Baca juga: Garam Klungkung Bali Tembus Pasar AS, Omzet Penjual Capai Rp 100 Juta Per Bulan

Direktur Jenderal PDSPKP Artati Widiarti mengapresiasi keberanian dan kegigihan Heri dalam merintis usaha. Menurut dia, kegiatan pertumbuhan wirausaha pengolahan hasil kelautan dan perikanan yang digarap oleh jajarannya hanyalah jembatan sekaligus komitmen negara dalam membantu masyarakat untuk mengubah tantangan menjadi peluang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita menyiapkan kegiatan ini untuk mengajak masyarakat mengubah tantangan di tengah Covid-19 menjadi peluang," jelas Artati.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak tahun 2020 tersebut merupakan tindak lanjut dari penjaringan minat wirausaha. Kala itu, program ini diikuti oleh 100 peserta terpilih dari 1.000 pendaftar.

Artati berharap, kegiatan penumbuhan wirausaha bidang pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan bisa menjadi pengungkit ekonomi di tengah pandemi.

"Sektor kelautan dan perikanan masih terbuka, apalagi kita negara maritim. Jadi di situlah banyak peluang yang bisa dioptimalkan," tutupnya.

Baca juga: Sulap Lapangan Futsal Jadi SPBU Modular Shell, Didin Raup Omzet hingga Rp 700 Juta

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.