[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Saat WhatsApp Dibajak | Era Supremasi Komputer Kuantum | Pengalaman Tes GeNose C19

Kompas.com - 31/05/2021, 16:09 WIB
Ilustrasi Whatsapp Shutterstock/Antonio SalaverryIlustrasi Whatsapp

KOMPASIANA---Permasalahan pengambilalihan akun WhatsApp masih kerap terjadi dengan banyak modus.

Dalam hal ini pelaku lebih sering menggunakan berbagai alasan untuk mendapatkan akses kode One Time Password (OTP) yang dikirimkan kepada pemilik akun melalui SMS.

Karena bukan sekadar pembajakan, jika pembajak berhasil mengakses akun WhatsApp ada banyak bentuk kejahatan yang bisa dilakukan, penipuan misalnya.

Oleh karena itu, kita mesti bisa lebih berhati-hati dan mengamankan akun WhatsApp dengan lebih aman.

1. WhatsApp Dibajak! Bagaimana Anda Bertindak?

Memang bukan Kompasianer Andri Mastiyanto sendiri yang mengalami, tapi temannya yang ketika itu mengabarkan kalau HP-nya telah kena hack.

Setelah akun tersebut bisa diretas, pembajak sudah terlebih dulu menyebarkan permintaan uang ke kontak-kontak WhatsApp.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apa daya sang pembajak sudah selangkah didepan dengan melakukan trik mengirimkan 2 kali OTP sehingga untuk OTP berikutnya harus menunggu 9 jam setelahnya," tulis Kompasianer Andri Mastiyanto.

Oleh karena itu, jika sudah ada usaha bahwa ada yang mencoba membajak akun WhatsApp kita, Kompasianer Andri Mastiyanto menyarankan untuk langsung membuat status WhatsApp.

"Ketika Anda sadar bahwa terjadi pembajakan akun WhatsApp langsung buat status di sosial media bahwa WhatsApp anda dibajak," lanjutnya. (Baca selengkapnya)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.