Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Work from Bali, Gaya Hidup Pengembara Digital, dan Kesiapan Destinasi

Kompas.com - 01/06/2021, 12:15 WIB
Sawah Ubud, Bali Dok. Biro Komunikasi Publik KemenparekrafSawah Ubud, Bali

Work in Bali juga telah dilakukan bagi sejumlah pengembara digital (digital nomad). Mereka yang bekerja secara digital, tidak menetap di satu tempat, maka disebut pengembara.

Orel (2020) menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir nomadic atau bekerja secara mobile telah tumbuh secara dahsyat di antara pekerja di seluruh dunia.

Mode ini membantu pekerja bebas dari batasan kerja yang bersifat spasial, yaitu berkenaan dengan tempat atau ruang. Mereka juga bebas secara temporal yaitu yang berkenaan dengan waktu.

 

Baca juga: Ikuti Ajakan Luhut, Bos OJK Coba Kerja dari Bali

Ada lima faktor esensial yang mendorong tren ini. Pertama, membangun ruang kerja pribadi. Kedua, memahami nilai kerja sama.

Yang ketiga, memperoleh pengalaman baru. Keempat, mencari sumber daya yang tepat. Kelima, munculnya motivasi akan lingkungan yang lebih kondusif.

Orel (2020) menambahkan bahwa faktor-faktor itu tidak ditemukan pada organisasi konvensional (old-fashioned).

Biasanya pekerja kreatif yang bergantung pada relasi sosial dan komunikasi informal untuk menginspirasi ide terkait erat dengan cara kerja yang dinamis. Terus mencari suasana baru yang mendorong kreativitas.

Faktor lain juga berkontribusi seperti mengubah gaya hidup (Mueller, 2016), peluang untuk bebas dari rintangan kerja tradisional (Wang dkk, 2018) dan kemungkinan memulai perjalanan menemukan jati diri (Nash dkk, 2018).

Gaya hidup pengembara digital

De Carvalho dkk (2011) mendefinisikan nomaden sebagai fenomena yang kompleks, terdiri atas proses dinamis dari praktik yang melibatkan interaksi antara manusia dan teknologi untuk menyelesaikan pekerjaan di lokasi yang berbeda.

Selanjutnya Bean dan Eisenberg (2006) mendeskripsikan nomaden sebagai "gaya baru yang radikal dari kerja" yang didasarkan atas mobilitas di dalam dan luar perusahaan, kerja paperless dan terintegrasi dengan teknologi yang mendukung fleksibilitas kerja.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.