Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Work from Bali, Gaya Hidup Pengembara Digital, dan Kesiapan Destinasi

Kompas.com - 01/06/2021, 12:15 WIB
Sawah Ubud, Bali Dok. Biro Komunikasi Publik KemenparekrafSawah Ubud, Bali
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Pandangan lain disampaikan Su dan Mark (2008) yang menekankan bahwa gaya hidup nomaden merepresentasi bentuk ekstrim dari kerja secara mobile yang melibatkan tiga standar.

Pertama, pekerja nomaden menghabiskan waktunya untuk melakukan perjalanan (travelling). Kedua, mereka tidak terkait dengan tempat yang tetap. Ketiga mereka membawa dan mengelola sumber daya yang diperlukan sehingga dapat mempersiapkan tempat kerja secara tepat.

Para pengembara digital biasa mengincar destinasi yang sesuai dengan orientasi kerja dan standar yang menjadi acuan mereka menjalani kehidupan.

Berlin (Mueller, 2016) dan Praha (Orel, 2019) di Eropa, Medellin (Thompson, 2018) dan Antigua (Thompson, 2019) di Amerika Selatan, Siem Reap Town, Kamboja (Bouncken dkk, 2016) dan Ubud, Bali (Wang dkk, 2019) di Asia, diakui sebagai kota destinasi para pengembara digital di dunia.

Pemberitaan Kompas.com (12/5/2021) mengutip laporan InsureMyTrip seperti dilansir Forbes menyebutkan, sepuluh negara terbaik para pengembara digital adalah Norwegia, Meksiko, Jerman, Portugal, Islandia, Yunani, Kosta Rika, Jamaika, Spanyol, dan Bermuda.

Belakangan beberapa negara Asia pun gencar mempromosikan destinasinya sebagai tempat yang sesuai untuk pengembara digital.

Baca juga: Dibiayai Negara, Ini Kriteria PNS yang Bisa Kerja dari Resort di Bali

Thailand salah satunya yang menyiapkan Chiang Mai, Bangkok, dan Krabi sebagai destinasi hot spot pengembara digital (Orel, 2020).

Fokus perhatian

Di balik usaha pemulihan wisata dengan menawarkan destinasi sebagai lokasi bagi para pengembara digital, setidaknya terdapat tiga isu yang mengemuka.

Pertama, pengembangan destinasi seharusnya menguntungkan perekonomian lokal penduduk setempat.

Penyiapan sarana dan prasarana pendukung kerja secara digital semestinya dapat menarik para pekerja pengembara digital yang memiliki kecakapan tinggi, bukan sebaliknya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Whats New
E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

Whats New
Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Whats New
Ini Upaya Super Indo Jika Harga Daging dan Telur Mahal Akibat Larangan Ekspor Gandum India

Ini Upaya Super Indo Jika Harga Daging dan Telur Mahal Akibat Larangan Ekspor Gandum India

Whats New
Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Spend Smart
Menteri PANRB kepada ASN: Jangan Memaki-maki Pemerintahan

Menteri PANRB kepada ASN: Jangan Memaki-maki Pemerintahan

Whats New
Pemerintah Usul Perubahan ICP, Subsidi BBM dkk Bertambah Rp 74,9 Triliun

Pemerintah Usul Perubahan ICP, Subsidi BBM dkk Bertambah Rp 74,9 Triliun

Whats New
IHSG Naik Tipis Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Masih di Level Rp 14.700-an

IHSG Naik Tipis Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Masih di Level Rp 14.700-an

Whats New
Kapal Berbendera RI Masuk 'White List' Setelah 2 Dekade, Dulu Sempat Dicap Tidak Aman

Kapal Berbendera RI Masuk "White List" Setelah 2 Dekade, Dulu Sempat Dicap Tidak Aman

Whats New
Harga Cabai dan Telur Ayam Naik, Berikut Harga Pangan Hari Ini

Harga Cabai dan Telur Ayam Naik, Berikut Harga Pangan Hari Ini

Whats New
Kemenperin: Berkat Hilirisasi, Ekspor Industri Manufaktur Terus Naik dan Mendominasi

Kemenperin: Berkat Hilirisasi, Ekspor Industri Manufaktur Terus Naik dan Mendominasi

Whats New
Respons Cepat Kendalikan PMK, Mentan SYL Bantu Obat-obatan Hewan Ternak di Sumedang

Respons Cepat Kendalikan PMK, Mentan SYL Bantu Obat-obatan Hewan Ternak di Sumedang

Whats New
Mau Beli Minyak Goreng? Simak Perbandingan Harganya di Indomaret, Alfamart, dan Griya Yogya

Mau Beli Minyak Goreng? Simak Perbandingan Harganya di Indomaret, Alfamart, dan Griya Yogya

Spend Smart
Kembali Turun, Ini Jumlah Utang Luar Negeri Indonesia pada Kuartal I-2022

Kembali Turun, Ini Jumlah Utang Luar Negeri Indonesia pada Kuartal I-2022

Whats New
Laba Bersih PT Timah Melesat Menjadi Rp 601 Miliar Sepanjang Kuratal I-2022

Laba Bersih PT Timah Melesat Menjadi Rp 601 Miliar Sepanjang Kuratal I-2022

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.