Kondisi Keuangan Semakin Memprihatinkan, Dewan Komisaris Garuda Minta Tak Digaji

Kompas.com - 03/06/2021, 05:15 WIB
Tangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020). dok. Instagram @garuda.indonesiaTangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tengah terpuruk terimbas dari pandemi Covid-19, serta terlilit utang yang sudah menembus Rp 70 triliun.

Sejumlah opsi penyelamatan tengah dikaji oleh perseroan dan Kementerian BUMN guna menyehatkan kembali kondisi maskapai pelat merah itu.

Sembari menunggu kajian tersebut, berbagai penghematan atau efisiensi sudah dilakukan oleh Garuda Indonesia.

Baca juga: Rachmat Gobel Harap Likuidasi Jadi Opsi Terakhir Selamatkan Garuda Indonesia

Terbaru, jajaran dewan komisaris maskapai dengan kode emiten GIAA itu mengusulkan penangguhan pembayaran gaji selama kondisi keuangan masih tertekan.

Kondisi keuangan Garuda yang semakin ‘kritis’

Usul penangguhan gaji dewan komisaris tersebut disampaikan oleh Komisaris Garuda Indonesia, Peter Gontha, melalui surat yang ditujukan kepada seluruh anggota dewan komisaris perseroan.

Dilansir dari unggahan akun Instagram-nya, Peter menilai perlu ada penghematan yang dilakukan, seiring kondisi keuangan maskapai yang semakin terpuruk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Mengingat keadaan keuangan Garuda yang tambah lama bertambah kritis, kami sebagai anggota dewan komisaris yang sangat mengetahui penyebab-penyebab ini,” tulisnya.

Dalam surat tersebut, Peter menjabarkan tujuh poin yang menurutnya mengakibatkan kondisi keuangan Garuda semakin terpuruk, mulai dari tidak adanya penghematan hingga saran komisaris yang tidak diperlukan.

“Maka kami mohon demi sedikit meringankan beban perusahaan, untuk segera, mulai bulan Mei 2021, yang memang pembayarannya ditangguhkan, memberhentikan pembayaran honorium bulanan kami sampai rapat pemegang saham mendatang," kata Peter.

Usulan telah disetujui seluruh dewan komisaris

Komisaris Independen Garuda Indonesia Yenny Wahid mengatakan, seluruh anggota dewan komisaris telah menyepakati usulan tersebut guna meringankan beban keuangan perseroan.

Baca juga: Terlilit Utang Rp 70 Triliun, Apa Saja Strategi Garuda Indonesia untuk Bertahan?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.