Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sandiaga Uno Berambisi Jadikan Tempe sebagai Warisan Budaya Dunia

Kompas.com - 03/06/2021, 08:10 WIB
Kiki Safitri,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menginginkan produk makanan berbahan kedelai, tempe sebagai warisan budaya dunia yang diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Siapa yang setuju tempe menjadi warisan budaya dunia yang diakui UNESCO? Setelah Rendang sudah go international. Sekarang saatnya tempe ya, guys,” tulis Sandiaga melalui Instagram-nya, Rabu (2/6/2021).

Dalam Weekly Press Briefing, Sandiaga mengatakan, rendang terlebih dahulu sudah menjadi warisan budaya dunia. Kini saatnya tempe yang merupakan panganan kearifan lokal yang tentunya tidak kalah hebat dari rendang, ikut menyusul sebagai warisan budaya dunia.

Baca juga: Harga Kedelai Dunia Turun, Kemendag Berharap Produsen Tempe Makin Bergairah

Sandiaga menilai, upaya ini perlu dilakukan melalui promosi kuliner dan pariwisata International, sebagai salah satu bagian Gastro Diplomasi atau ekonomi berbasis makanan.

“Kita berharap akan membawa tempe dalam kegiatan promosi kuliner dan pariwisata di dunia internasional. Tentunya rendang sudah duluan, tempe akan menyusul sebagai bagian daripada gastro diplomasi atau ekonomi berbasis mananan,” ungkap Sandiaga.

Untuk memastikan promosi tempe ke pariwisata internasional, Sandiaga saat ini terus melakukan kordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkenalkan tempe sebagai kuliner khas kebanggaan Indonesia.

Upaya ini diharapkan dapat berdampak besar pada penciptaan lapangan kerja para pelaku ekonomi kreatif kuliner yang menggunakan bahan dasar tempe, dan juga berdampak pada kesejahteraan para petani kedelai.

Baca juga: Harga Kedelai Dunia Naik, Pemerintah Pastikan Harga Tahu Tempe Tetap Stabil

“Tempe sebagai warisan kuliner budaya dunia terus kita kembangkan dengan berkordinasi dengan kementerian/lembaga terkait. Kita terus lakukan diskusi dengan kementerian perdagangan untuk memastikan kesiapan tempe dari segi suplainya maupun dari segi kualitas di pasar. Kita akan membangun tahapan, dan butuh kordinasi dari semua pihak,” tegas dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap? Ini Arti, Keuntungan, dan Risikonya

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap? Ini Arti, Keuntungan, dan Risikonya

Work Smart
BI Kerek Suku Bunga Acuan ke 6,25 Persen, Menko Airlangga: Sudah Pas..

BI Kerek Suku Bunga Acuan ke 6,25 Persen, Menko Airlangga: Sudah Pas..

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Masih Melemah

Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 25 April 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 25 April 2024

Spend Smart
SMGR Gunakan 559.000 Ton Bahan Bakar Alternatif untuk Operasional, Apa Manfaatnya?

SMGR Gunakan 559.000 Ton Bahan Bakar Alternatif untuk Operasional, Apa Manfaatnya?

Whats New
Harga Emas Terbaru 25 April 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 25 April 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Kamis 25 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Kamis 25 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Whats New
Harga Emas Dunia Melemah Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah

Harga Emas Dunia Melemah Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah

Whats New
IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Sesi

IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Sesi

Whats New
Terinspirasi Langkah Indonesia, Like-Minded Countries Suarakan Penundaan dan Perubahan Kebijakan EUDR

Terinspirasi Langkah Indonesia, Like-Minded Countries Suarakan Penundaan dan Perubahan Kebijakan EUDR

Whats New
Manfaat Rawat Inap Jadi Primadona Konsumen AXA Financial Indonesia

Manfaat Rawat Inap Jadi Primadona Konsumen AXA Financial Indonesia

Whats New
Kemenko Marves: Prabowo-Gibran Bakal Lanjutkan Proyek Kereta Cepat sampai Surabaya

Kemenko Marves: Prabowo-Gibran Bakal Lanjutkan Proyek Kereta Cepat sampai Surabaya

Whats New
Layani Angkutan Lebaran Perdana, Kereta Cepat Whoosh Angkut 222.309 Penumpang

Layani Angkutan Lebaran Perdana, Kereta Cepat Whoosh Angkut 222.309 Penumpang

Whats New
Laba Unilever Naik 3,1 Persen Menjadi Rp 1.4 Triliun pada Kuartal I-2024

Laba Unilever Naik 3,1 Persen Menjadi Rp 1.4 Triliun pada Kuartal I-2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com