Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Perhelatan Kewirausahaan, Pemanis di Tengah Euforia Penciptaan Wirausaha Muda

Kompas.com - 03/06/2021, 17:36 WIB
Ilustrasi: Wirausaha ThinkstockIlustrasi: Wirausaha

Kini saatnya menjadi wirausaha by designed yang dimulai dari proses pembelajaran di sekolah.

Intensi berwirausaha

Menumbuhkan intensi adalah salah satu sasaran yang ingin dicapai dalam pendidikan kewirausahaan di sekolah.

Intensi diyakini menjadi faktor yang dapat digunakan untuk memprediksi perilaku, yaitu berwirausaha, sebagaimana teori perilaku terencana (Theory of Planned Behavior) yang dikemukakan oleh Ajzen (1991).

Sejauh ini belum dapat disimpulkan secara bulat bahwa pendidikan kewirausahaan berhubungan kuat dengan intensi berwirausaha.

Studi yang dilakukan oleh Zhang, Wang dan Owen (2015) memperlihatkan hubungan yang positif, namun studi longitudinal (tidak dalam satu waktu tapi dalam rentang waktu tertentu) berbasis eksperimen yang dilakukan oleh Oosterbeek, van Praag dan Ijsselstein (2010) menunjukkan efek negatif pendidikan kewirausahaan terhadap intensi berwirausaha, dan tidak berdampak signifikan terhadap kecakapan kewirausahaan (entrepreneurial skill) dari para siswa.

Bisa jadi karena telah memperoleh gambaran utuh tentang dunia wirausaha justru menyurutkan semangat yang terbangun.

Beragam studi tidak dapat meyakinkan bahwa pendidikan kewirausahaan dapat berdampak positif terhadap intensi berwirausaha siswa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nelson dan Monsen (2014) menyimpulkan pengajaran kewirausahaan di kelas tidaklah cukup. Diperlukan kemitraan yang erat dengan berbagai bidang seperti sains, teknik, bisnis, hukum dan grup lain di dalam ekosistem kewirausahaan.

Baca juga: 19.500 Alumni Kartu Prakerja Jadi Wirausaha dan Bakal Dapat KUR

Model untuk mendorong kewirausahaan

Namun demikian Jansen dan kawan-kawan (2015) mengemukakan model yang dapat digunakan kalangan pendidik untuk mendorong intensi berwirausaha para mahasiswa, dan tentunya juga siswa di tingkat pendidikan menengah.

Model yang disebut Student Entrepreneurship Encouragement Model (SEEM) tersebut terdiri atas tiga tahap.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.