Proyek KA Makassar-Parepare, Menhub: Pertama Kalinya KA Libatkan Swasta

Kompas.com - 04/06/2021, 12:25 WIB
Proyek parasana Kereta Api Makassar-Parepare, di Sulawesi Selatan, mendapat fasilitas pinjaman sindikasi senilai Rp 693,83 miliar. Tampak dalam gambar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumado memberikan keterangan kepada pers didampingi oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman, dan Direktur Utama PT Celebes Railway Indonesia Helmi Adam, di Jakarta, Kamis (03/06/2021). Hilda B Alexander/Kompas.comProyek parasana Kereta Api Makassar-Parepare, di Sulawesi Selatan, mendapat fasilitas pinjaman sindikasi senilai Rp 693,83 miliar. Tampak dalam gambar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumado memberikan keterangan kepada pers didampingi oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman, dan Direktur Utama PT Celebes Railway Indonesia Helmi Adam, di Jakarta, Kamis (03/06/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek pembangunan prasarana Kereta Api Makassar-Parepare, Sulawesi Selatan dibiayai melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, ini menjadi proyek kereta api pertama yang melibatkan swasta.

Perjanjian Pembiayaan Proyek Perkeretaapian Umum Makassar-Parepare yang dilakukan antara PT Celebes Railway Indonesia (CRI) dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (PII) PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau SMI, sudah diteken Kamis (3/6/2021) kemarin.

Baca juga: Erick Thohir Ingin Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Dilanjutkan hingga Surabaya

“Ini adalah contoh keberhasilan membangun proyek kereta api yang pertama kalinya di bangun oleh swasta, karena selama ini pemerintah yang membangun dengan APBN,” ujar Budi Karya dalam keterangan resminya, Jumat (4/6/2021).

Melalui perjanjian tersebut, proyek yang dikembangkan CRI ini mendapatkan fasilitas pinjaman sindikasi senilai Rp 693,83 miliar.

Pinjaman yang diberikan dengan skema musyarakah mutanaqisah ini akan digunakan untuk dua bagian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertama untuk membiayai konstruksi, pengujian dan uji coba, serta penyelesaian Emplasemen Stasiun Pelabuhan Garongkong sebagai salah satu bagian dari Prasarana Perkeretaapian Segmen B dan Prasarana Perkeretaapian Segmen F dari jalur KA Makassar-Parepare.

Kemudian bagian kedua, yakni untuk membiayai bunga selama masa konstruksi, dengan menggunakan skema konvensional maupun syariah.

Baca juga: Update Syarat Naik Kereta Api dan Layanan GeNose C19 di 63 Stasiun

Budi Karya pun menyampaikan apreasiasi kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena dukungannya lewat SMI dan PII sehinga skema KPBU dalam proyek KA Makassar-Parepare bisa terlaksana.

Dalam proyek perkeretaapian ini, Kemenhub mendapat dukungan dari Kemenkeu melalui fasilitas Project Development Facility (PDF), di mana PII ditugaskan sebagai pelaksana fasilitas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.