KILAS

Terapkan eRDKK, Bupati Bulukumba Jamin Tidak Ada Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Kompas.com - 04/06/2021, 15:34 WIB
Gudang penyaluran pupuk bersubsidi bagi para petani. DOK. Humas Kementan Gudang penyaluran pupuk bersubsidi bagi para petani.

KOMPAS.com – Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf menjamin pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak akan mengalami kelangkaan seperti yang dikeluhkan para petani dari tahun ke tahun.

Menurut Bupati yang akrab dipanggil Andi Utta itu, pihaknya telah menggunakan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK) sebagai acuan pendistribusian pupuk bersubsidi.

"Bulukumba sudah menerapkan sistem penginputan RDKK berbasis elektronik. Alhamdulillah, Kementerian Pertanian (Kementan) menaruh perhatian ke Bulukumba dan kami sangat di-support,” ucap Andi.

Hal itu dikatakan dia saat melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Kementan Pastikan Terus Perbaiki Pola Distribusi Pupuk Bersubsidi

Adapun, pada kesempatan tersebut, Mentan SYL mengatakan, keterlibatan pemerintah dibutuhkan untuk memastikan pupuk bersubsidi terdistribusi dengan baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menyebutkan, eRDKK menjadi acuan untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi.

“Dengan jumlah yang terbatas, pupuk bersubsidi kita distribusikan secara tertutup dengan mengacu pada eRDKK,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat.

Menurut Ali, cara itu efektif untuk proses penyaluran pupuk bersubsidi kepada para penerima.

Baca juga: Alokasikan Dana Rp 70 Triliun, Kementan Genjot Serapan KUR di Daerah

"Agar semakin valid, kami (Kementan) akan selalu memperbaiki data yang ada," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pupuk dan Pestisida Muhammad Hatta mengatakan, penerima pupuk bersubsidi sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020.

“Dalam Permentan, disebutkan jika penerima pupuk bersubsidi adalah petani (yang) memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), memiliki lahan maksimal dua hektar (ha), bergabung dalam kelompok tani (poktan), dan telah menyusun eRDKK," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.