Mulai Tahun Depan, Subsidi Listrik 450 VA Hanya untuk Golongan Ini

Kompas.com - 04/06/2021, 16:16 WIB
Ilustrasi meteran PLN KOMPAS.ComIlustrasi meteran PLN

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, pemilahan data pelanggan 450 VA kini tengah dilakukan bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) guna memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran.

Rencananya, penyesuaian subsidi listrik ini bakal dilakukan mulai tahun depan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, keputusan final memang belum diambil, tetapi pihaknya telah menyiapkan data yang dibutuhkan.

"Jadi ini belum diputuskan, tapi kami sebagai pelaksana sudah siapkan data-datanya. Ini untuk kepentingan penyaluran subsidi yang tepat sasaran, pemerintah enggak punya niat untuk turunkan subsidinya," ujar Rida dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Erick Thohir Beberkan Alasan Suntik Dana APBN Rp 7,5 Triliun ke PLN

Rida melanjutkan, nantinya pemadanan data bakal dilakukan dengan mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial dan data pelanggan milik PT PLN (Persero).

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari mengungkapkan, data pelanggan dalam DTKS memuat 40-45 persen penduduk dengan pendapatan terendah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun data yang termuat dalam DTKS diperbarui setiap 6 bulan sekali. Sementara itu, dari data yang ada saat ini pun ditemukan adanya pelanggan yang tidak berhak menerima subsidi listrik kelompok 450 VA.

"Contohnya kos-kosan, biar dapat subsidi ini dipasangin 450 VA ini contohnya banyak. Inilah yang kita berencana untuk keluarkan dari golongan bersubsidi. Jadi lagi-lagi semangatnya adalah kita ingin subsidinya tepat sasaran," tegas Ida.

Sebelumnya, Rida Mulyana mengungkapkan, ada dua hal yang bakal berubah dalam penerapan subsidi listrik ke depannya.

"Kami diminta atau direkomendasikan rekan-rekan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memilah rumah tangga (RT) 450 VA sebagaimana yang dilakukan untuk pelanggan 900 VA pada 2016 lalu," ungkap Rida dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Mau Berlangganan Iconnet PLN? Ini Cara Daftarnya

Halaman:


Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.