Peter Gontha Sebut CT Rugi Rp 11,2 Triliun di Garuda Indonesia

Kompas.com - 05/06/2021, 11:30 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat kargo dari pesawat Garuda Indonesia saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (9/4/2021). Pemerintah menerbitkan aturan pengendalian transportasi mudik, baik moda darat, udara, laut dan perkeretaapian pada 6 - 17 Mei 2021, dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Ampelsa/aww. ANTARA FOTO/AMPELSAPekerja melakukan bongkar muat kargo dari pesawat Garuda Indonesia saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (9/4/2021). Pemerintah menerbitkan aturan pengendalian transportasi mudik, baik moda darat, udara, laut dan perkeretaapian pada 6 - 17 Mei 2021, dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Ampelsa/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang tengah terpuruk terus menjadi sorotan publik. Bahkan, masalah keuangan di maskapai pelat merah itu membuat saling serang antara pihak-pihak yang berkepentingan.

Konflik muncul antara Juru Bicara Kementerian BUMN Arya Sinulingga dengan Komisaris Garuda Indonesia Peter F Gontha. Dalam konflik itu terungkap bahwa pemegang saham minoritas Garuda Indonesia rugi mencapai Rp 11,2 triliun.

Peter melalui akun Instagram resminya @petergontha mengunggah surat terbuka yang menanggapi sejumlah pernyataan Arya di publik terkait posisi dirinya sebagai komisaris Garuda Indonesia.

Baca juga: Disebut Jadi Biang Kerok Krisis Garuda Indonesia, Apa Itu Lessor?

"Kepada mas Arya Sinulingga, mohon maaf saya kasih penjelasan dikit yah melalui surat terbuka," tulis Peter dalam Instagram-nya dikutip Sabtu (5/6/2021).

Salah satu yang menjadi sorotan Peter dari pernyataan Arya adalah penunjukannya sebagai komisaris oleh pemegang saham minoritas di Garuda Indonesia. Ia mengungkapkan pemegang saham minoritas itu adalah Pemilik CT Corp Chairul Tanjung.

"Memang saya mewakili orang yang memegang saham minoritas. Artinya dikit lah cuma 28 persen yaitu Chairul Tanjung (CT)," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peter pun membeberkan bahwa CT telah mengalami kerugian mencapai Rp 11,2 triliun akibat berinvestasi di Garuda Indonesia. Dia menjelaskan, kerugian yang di dapat CT dalam kurun waktu 9 tahun adalah karena nilai saham maskapai ini terus merosot.

Kala itu CT membeli saham Garuda Indonesia senilai Rp 625 per unit namun sekarang anjlok ke Rp 256 per unit saham.

"Waktu CT diminta tolong karena para underwriter gagal total, CT setor 250 juta dollar AS, waktu itu dollar AS masih sekitaran Rp 8.000 sekarang sudah Rp 14.500. Harga saham waktu itu Rp 625 sekarang sudah Rp 256," jelasnya.

Baca juga: Sederet Penyebab Krisis Keuangan Garuda Indonesia

"Silahkan hitung, tapi menurut saya, dalam kurun waktu 9 tahun kerugian CT saya hitung sudah Rp11,2 triliun termasuk bunga, belum hitung inflasi. Banyak juga ya Mas Arya?," lanjut Peter.

Menurutnya, dalam hal menanggung kerugian Garuda Indonesia, yang paling sakit adalah pihak CT, yang disebut sebagai pemegang saham minoritas atau pemegang saham ece-ece.

"Sementara orang yang tidak setor apa-apa bikin aturan-aturan dan strategi tanpa libatkan pihak pak CT. Sedih kan?," kata dia.

Oleh sebab itu, Peter mengaku dirinya bersuara untuk mewakili CT yang merugi, sebagai pihak yang memang ditunjuk menjadi komisaris Garuda Indonesia oleh CT.

"Jadi karena saya mendapat amanah untuk mewakili beliau (CT) ya saya menyuarakan kegalauan orang yang percaya kepada saya. Menurut saya Rp 11,2 triliun banyak juga yah?," tulis Peter.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bareskrim Tindak Hukum Dua Pinjol Ilegal, SWI: Beri Efek Jera

Bareskrim Tindak Hukum Dua Pinjol Ilegal, SWI: Beri Efek Jera

Whats New
Meski Cetak Laba Rp 150,8 Triliun, Kinerja Facebook Diproyeksi Tak Cerah Sepanjang Tahun

Meski Cetak Laba Rp 150,8 Triliun, Kinerja Facebook Diproyeksi Tak Cerah Sepanjang Tahun

Whats New
Google Sumbang Rp 14,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia

Google Sumbang Rp 14,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia

Rilis
Kini Mencairkan BPUM Rp 1,2 Juta Tak Perlu Antre, Ini Caranya

Kini Mencairkan BPUM Rp 1,2 Juta Tak Perlu Antre, Ini Caranya

Whats New
Luhut Sebut Potensi Kerugian akibat Banjir Rob Lebih dari Rp 1.000 Triliun

Luhut Sebut Potensi Kerugian akibat Banjir Rob Lebih dari Rp 1.000 Triliun

Whats New
Tingkatkan Akurasi Diagnosis, Menkes Mau Kumpulkan Data Medis Warga

Tingkatkan Akurasi Diagnosis, Menkes Mau Kumpulkan Data Medis Warga

Whats New
ARTO Cetak Rekor, Kekayaan Jerry Ng Bertambah Rp 3,91 Triliun Sehari

ARTO Cetak Rekor, Kekayaan Jerry Ng Bertambah Rp 3,91 Triliun Sehari

Whats New
Hasil Investigasi Internal, Kebocoran Data Terjadi di BRI Life Syariah

Hasil Investigasi Internal, Kebocoran Data Terjadi di BRI Life Syariah

Rilis
Urus Administrasi Kependudukan Tak Perlu Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Urus Administrasi Kependudukan Tak Perlu Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Whats New
ZYRX Pasok 165.000 Laptop Senilai Rp 700 Miliar buat Kemendikbud

ZYRX Pasok 165.000 Laptop Senilai Rp 700 Miliar buat Kemendikbud

Whats New
Net Asset Value Saratoga Naik Pada Semester I 2021 Berkat Portofolio Investasi

Net Asset Value Saratoga Naik Pada Semester I 2021 Berkat Portofolio Investasi

Rilis
Transaksi Digital Tembus 86 Pesen, Bagaimana Nasib Kantor Cabang BCA?

Transaksi Digital Tembus 86 Pesen, Bagaimana Nasib Kantor Cabang BCA?

Whats New
Daftar Tempat di Jakarta yang Pengunjungnya Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin Covid-19

Daftar Tempat di Jakarta yang Pengunjungnya Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin Covid-19

Whats New
Kesenjangan Internet di RI Masih Tinggi, Bank Dunia Rekomendasikan 3 Hal Ini

Kesenjangan Internet di RI Masih Tinggi, Bank Dunia Rekomendasikan 3 Hal Ini

Whats New
Bank Dunia: Kesenjangan Digital Indonesia Lebar, 49 Persen Penduduk Belum Akses Internet

Bank Dunia: Kesenjangan Digital Indonesia Lebar, 49 Persen Penduduk Belum Akses Internet

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X