Negara G7 Sepakati Tarif Pajak Korporasi Global Sebesar 15 Persen

Kompas.com - 06/06/2021, 16:41 WIB
Ilustrasi pajak ThinkstockIlustrasi pajak
Penulis Mutia Fauzia
|


LONDON, KOMPAS.com - Menteri Keuangan dari negara-negara maju atau G7 sepakat untuk mendukung usulan Amerika Serikat untuk mengenakan pajak atas pendapatan dari korporasi global dengan tarif minimal sebesar 15 persen.

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden mengusulkan tarif pajak korporasi global sebesar 21 persen.

Kesepakatan tersebut dicapai setelah pembahasan mengenai tarif pajak ini dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Proposal Sri Mulyani 2022: Naikkan Pajak Orang Kaya hingga Tax Amnesty Jilid II

"Menteri Keuangan dari negara-negara anggota G7 hari ini, setelah bertahun melakukan diskusi, telah mencapai kesepakatan bersejaran untuk mereformasi sistem perpajakan global sehingga menjadi sesuai dengan perkembangan digital dunia, serta secara krusial untuk memastikan keadilan bagi perusahaan-perusahaan yang tepat untuk membayar di tempat yang tepat pula," ujar Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak seperti dilansir dari CNBC, Minggu (6/6/2021).

Kesepakatan tersebut pun menunjukkan perkembangan signifikan terhadap kondisi perpajakan global. Untuk diketahui, negara anggota G7 meliputi Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, serta Amerika Serikat.

Dengan adanya kesepakatan antara negara manju ini akan menjadi momentum baru dalam pembahasan terkait perpajakan bersama 135 negara lain di Paris. Selain itu, menteri keuangan dari negara-negara anggota G20 pun akan melakukan pertemuan di Venesia, Italia, pada Juli mendatang.

Baca juga: Setoran Pajak Perusahaan Digital Capai Rp 2 Triliun

"Kami berkomitmen untuk mencapai solusi yang adil untuk alokasi hak perpajakan, dengan negara-negara pasar diberi hak perpajakan setidaknya 20 persen dari keuntungan yang melebihi margin 10 persen untuk perusahaan multinasional terbesar dan paling menguntungkan," tulis pernyataan G-7.

"Kami menyediakan koordinasi yang sesuai antara penerapan perpajakan internasional yang baru dengan penghapusan seluruh Pajak Layanan Digital, atau aturan lain yang menyerupai di seluruh perusahaan," jelas keterangan tertulis tersebut.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan kesepakatan atas tarif pajak korporasi global tersebut merupakan kemajuan signifikan.

"Tarif pajak minimum tersebut bakal mengakhiri upaya penghindaran pajak korporasi dan memastikan keadilan bagi kelas menengah dan kelas pekerja di Amerika Serikat serta di seluruh dunia," ujar Yellen melalui akun Twitternya.

Baca juga: Sri Mulyani Usulkan Pajak Minimum untuk Perusahaan yang Rugi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Ajak ITMG Bangun Persemaian Mentawir untuk IKN

Pemerintah Ajak ITMG Bangun Persemaian Mentawir untuk IKN

Whats New
Update Syarat Naik Kereta Api 2022 untuk Orang Dewasa dan Anak-anak

Update Syarat Naik Kereta Api 2022 untuk Orang Dewasa dan Anak-anak

Whats New
OSS Belum Sempurna, Bahlil Akui Ada 2 Masalah Besar

OSS Belum Sempurna, Bahlil Akui Ada 2 Masalah Besar

Whats New
Kinerja Emiten GGRM dan HMSP Merosot Konsultan Khawatir Rokok Murah Bakal Merajalela

Kinerja Emiten GGRM dan HMSP Merosot Konsultan Khawatir Rokok Murah Bakal Merajalela

Whats New
Rekam Jejak Lin Che Wei, Bongkar Skandal Bank Lippo hingga Bantu Rumuskan Ragam Kebijakan Pemerintah

Rekam Jejak Lin Che Wei, Bongkar Skandal Bank Lippo hingga Bantu Rumuskan Ragam Kebijakan Pemerintah

Whats New
Multi Bintang Indonesia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Tahun 2025

Multi Bintang Indonesia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Tahun 2025

Whats New
Mentan SYL Optimistis PMK Dapat Segera Diatasi

Mentan SYL Optimistis PMK Dapat Segera Diatasi

Whats New
Meraih Peluang 'Value Chain' Baterai Mobil Listrik

Meraih Peluang "Value Chain" Baterai Mobil Listrik

Whats New
Mengenal MLFF, Sistem Pembayaran Tol Tanpa Sentuh yang Bakal Gantikan E-Toll

Mengenal MLFF, Sistem Pembayaran Tol Tanpa Sentuh yang Bakal Gantikan E-Toll

Whats New
Ini Cara Daftar m-Banking BPD DIY di ATM dan HP Tanpa ke Bank

Ini Cara Daftar m-Banking BPD DIY di ATM dan HP Tanpa ke Bank

Spend Smart
Hadir di Makassar, Kampus UMKM Shopee Ke-9 Siap Bantu Pelaku UMKM Sulsel Naik Kelas

Hadir di Makassar, Kampus UMKM Shopee Ke-9 Siap Bantu Pelaku UMKM Sulsel Naik Kelas

Whats New
Cerita Menteri Bahlil Saat Larangan Ekspor Nikel Diberlakukan: Pak Erick Rugi, Saya Rugi...

Cerita Menteri Bahlil Saat Larangan Ekspor Nikel Diberlakukan: Pak Erick Rugi, Saya Rugi...

Whats New
Lanjutkan Kenaikan, IHSG Ditutup Melonjak 2,24 Persen

Lanjutkan Kenaikan, IHSG Ditutup Melonjak 2,24 Persen

Whats New
Alkindo Naratama Luncurkan Hexcel Wrap, Plastik Ramah Lingkungan Pengganti Bubble Wrap

Alkindo Naratama Luncurkan Hexcel Wrap, Plastik Ramah Lingkungan Pengganti Bubble Wrap

Whats New
Mulai Hari Ini Penumpang Pesawat Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksin Dosis 2 dan Booster

Mulai Hari Ini Penumpang Pesawat Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksin Dosis 2 dan Booster

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.