Kompas.com - 07/06/2021, 05:41 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah dalam tiga bulan terakhir asing sempat tercatat melakukan aksi jual (net sell) bersih hingga Rp 830,78 miliar, akhirnya asing kembali mencatatkan aksi beli bersih (net buy).

Berdasarkan data RTI, dalam satu bulan terakhir nilai net buy asing di seluruh pasar mencapai Rp 5,45 triliun. Ini turut mendorong net buy sejak awal tahun hingga Jumat (4/6/2021) menjadi Rp 10,67 triliun.

SVP Research Kanaka Hita solvera Janson Nasrial mengatakan, arus masuk (net inflow) ini menjadi satu-satunya di ASEAN untuk pasar saham, karena mengantisipasi laporan keuangan kuartal II-2021 yang akan lebih baik secara tahunan karena low base effect.  Hal ini karena pada kuartal II-2020 dinilai sebagai titik terendah kinerja.

Baca juga: Apa Itu Sekuritas dalam Perdagangan Saham?

"Serta antisipasi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 yang akan lebih baik dibanding kuartal satu kemarin," jelas Janson seperti dilansir Kontan.co.id.

Perbaikan kondisi ini juga sejalan dengan distribusi vaksin yang dinilai semakin sukses, sehingga peluang ekonomi kembali dibuka menjadi lebih agresif.

Berdasarkan data RTI, 10 saham yang paling diburu asing sejak awal tahun yakni BBRI mencapai Rp 4,3 triliun, TLKM Rp 3,5 triliun, TBIG Rp 930,8 miliar, UNTR Rp 681,1 miliar, dan KLBF Rp 670,7 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian MDKA Rp 495,6 miliar, BMRI Rp 494,3 miliar, BBNI Rp 400,2 miliar, BBTN Rp 394,4 miliar dan JPFA Rp 374,7 miliar.

Janson menilai saham-saham yang diburu asing tersebut juga sangat menarik apabila investor dalam negeri ingin ikut mengoleksi. Terutama untuk saham perbankan yang sangat mempengaruhi pergerakan IHSG.

Janson menggunakan istilah IHS lives and dies with banking sector, yang di kuartal I 2021 kemarin kinerja laba ataupun net interest margin tidak terlalu buruk.

Baca juga: Saham Telkom Anjlok 3 Persen Efek Rombak Manajemen? Ini Kata Analis

Janson merekomendasikan buy on weakness (bow) saham BBRI di harga Rp 4.150 dengan target Rp 5.000, bow BBNI Rp 5.200 dengan target Rp 6.100, dan buy on weakness BBCA Rp 31.000 dengan target Rp 35.000.

Meski demikian, Janson juga menyarankan investor untuk waspada pada akselerasi inflasi di Amerika Serikat (AS) ataupun kenaikan yield US Bond Treasury yang bisa menyebabkan risiko penurun.

Namun Janson menilai potensi penurunan IHSG sudah sangat terbatas di level 5.900-5.950 sehingga masih ada potensi kenaikan hingga akhir tahun dengan target 6.800. (Benedicta Prima)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Saham-saham ini paling banyak diburu asing sejak awal 2021



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X