Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Perbedaan Utang Konsumtif dan Utang Produktif? Simak di Sini

Kompas.com - 07/06/2021, 06:06 WIB
Erlangga Djumena

Editor

Dengan membuat anggaran dari pemasukkan bulanan, maka kamu sudah memiliki alokasi dana untuk setiap pos pengeluaran. Sehingga, kamu tidak perlu berutang untuk membayar kebutuhan yang bersifat konsumtif.

Selalu lunasi tagihan kartu kredit

Jika kamu menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran pada saat berbelanja, maka pastikan kamu bisa melunasinya secara penuh pada saat tagihan datang.

Menabung dulu sebelum membeli
Inilah cara jitu agar terhindar dari berutang, yaitu menabung sebelum membeli sesuatu. Prinsip ini dipakai sejak dulu dan terbukti berhasil. Saat barang yang mau dibeli adalah barang untuk dikonsumsi, maka lebih baik baik menabung terlebih dahulu.

Baca juga: Lebih Baik Mana, Utang Pakai KTA atau Kartu Kredit?

Utang Produktif

Selanjutnya, utang produktif adalah utang yang dipergunakan untuk membeli barang atau aset yang nilainya bisa naik dan menambah penghasilan.

Misalnya, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Usaha, dan Kredit Modal Kerja.

Meski utang produktif memiliki manfaat, jika tidak berhati-hati maka utang produktif juga bisa membuat keuangannmu tidak sehat.

Utang produktif yang terlalu banyak juga bisa memberatkan cashflow (arus kas), yang bisa berujung pada menipisnya tabungan. Bahkan bisa timbul utang konsumtif.

“Kita perlu bijak dalam mengambil keputusan berutang secara produktif,” ucap Yosephine.

Dimulai dari pastikan rasio utang sehat, ketahui berapa bunga yang akan dibayar, dan buat rencana pelunasan utang.

Utang untuk usaha memang termasuk utang produktif, karena dana yang didapatkan bisa digunakan untuk modal usaha yang bisa menambah penghasilan lagi.

Kamu perlu memikirkan manajemen risikonya. Bila penghasilan per bulan dari bisnis tidak stabil, Yosephine menegaskan untuk kamu tidak berutang.

Baca juga: Nunggak Cicilan, Bolehkah Kendaraan Ditarik Paksa Debt Collector?

Namun, bila saat ini kamu dalam kondisi sudah berutang untuk bisnis namun bisnisnya mengalami bangkrut di tengah jalan, kamu bisa lakukan beberapa hal berikut.

Cek kondisi keuangan pribadi dan usaha

Jelas Yosephine, penting sekali untuk kamu mengecek semua aset dan keuangan yang ada. Setelah itu, kamu bisa gunakan aset yang dimiliki untuk membayar utang.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com