Sudah Tengah Tahun, Realisasi Anggaran KKP Baru Rp 1,58 Triliun

Kompas.com - 07/06/2021, 15:31 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau langsung kegiatan budidaya ikan mas, Jumat (4/6/2021).
DOK. Humas KKP Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau langsung kegiatan budidaya ikan mas, Jumat (4/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi anggaran belanja Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga awal Juni 2021 masih minim.

Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, realisasinya baru sebesar Rp 1,58 triliun.

Dia menuturkan, realisasi itu setara dengan 24,07 persen dari total pagu anggaran tahun 2021 sebesar Rp 6,562 triliun per 1 Juni 2021.

Baca juga: KKP Ringkus 2 Kapal Illegal Fishing Asal Filipina di Laut Sulawesi

"Apabila dibandingkan dengan pagu setelah terjadi penghematan tukin dan gaji 13 sebesar Rp 131 miliar, maka realisasi adalah 30,57 persen dari pagu akhir Rp 6,43 triliun," sebut Trenggono dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Senin (7/6/2021).

Trenggono menuturkan, realisasi baru mencapai 24,07 persen disebabkan karena beberapa kegiatan yang diagendakan KKP pada tahun 2021 ini masih dalam proses dan pengadaan.

Tercatat, KKP menggelontorkan sejumlah anggaran untuk kegiatan-kegiatan tersebut. Kegiatan yang dimaksud, antara lain kapal penangkap ikan, alat penangkapan ikan, bantuan premi asuransi nelayan, revitalisasi gudang garam rakyat, dan integrasi lahan garam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kemudian, rerevitalisasi pasar ikan, memberikan bantuan premi asuransi budidaya ikan skala kecil, memberikan sarana produksi usaha perikanan budidaya, dan kegiatan bersifat konstruksi fisik lainnya," beber dia.

Pada tahun ini, KKP juga mendapat pagu tambahan yang diatur berdasarkan surat Menteri Keuangan RI No S-37/MK.2/2021 tanggal 16 Maret 2021.

Baca juga: KKP Tangkap Pelaku Sport Fishing Ilegal Asal Malaysia di Perairan Sebatik

Alokasi anggaran tambahan yang diberikan oleh Bendahara Negara itu sebesar Rp 43,34 miliar.

Trenggono bilang, pihaknya menyalurkan anggaran ke dalam kegiatan penanaman mangrove di 4 provinsi, dengan target luasan sekitar 2,008 Ha.

Empat provinsi itu adalah Jawa Tengah di 6 Kabupaten, Jawa Barat di 10 Kabupaten/Kota, Banten 3 Kab/kota, dan Jawa Timur 11 Kab/kota.

Penanaman bakal dilakukan usai KKP mensurvei lokasi di beberapa titik. Di Jawa Tengah, KKP bakal melakukan penanaman di minggu keempat bulan Juli.

Sementara di Jawa Barat dan Banten dalam tahap pengadaan bibit dan rencana penanaman dilakukan pada minggu kesatu bulan Juni, sedangkan di provinsi Jawa Timur masih dalam tahap verifikasi kelompok sehingga rencana penanaman dilakukan pada minggu kedua.

Baca juga: Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Gandeng Pengawas Perbatasan Australia

"Kegiatan yang dilaksanakan merupakan penanaman bibit mangrove, dan bantuan sarana upah padat karya kegiatan pendukung lainnya," pungkas Trenggono.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.