Google Didenda Pemerintah Prancis Rp 3,83 Triliun, Mengapa?

Kompas.com - 07/06/2021, 21:27 WIB
ilustrasi Google wired.comilustrasi Google
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas pengawas persaingan usaha Perancis menjatuhkan hukuman berupa denda kepada Google sebesar 268 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,83 triliun (kurs Rp 14.300).

Dilansir dari CNBC, Senin (7/6/2021) hukuman denda tersebut dijatuhkan lantaran Google terbukti telah menyalahgunakan kekuatan pasarnya dalam industri iklan online.

Otoritas Persaingan Usaha Perancis mengatakan, Google didenda lantaran secara tidak adil membagikan beragam usaha untuk layanan mereka sendiri dan telah mendiskriminasi proses persaingan usaha.

Baca juga: Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Pihak otoritas pun menyatakan, Google telah sepakat untuk membayar denda tersebut dan mengakhiri beragam praktik yang cenderung memberi perlakuan istimewa terhadap layanan milik mereka sendiri.

Berdasarkan hasil investigasi ditemukan, Google memberikan perlakuan istimewa ke server iklan DFP mereka, yang memungkinkan penerbit situs dan aplikasi menjual ruang iklan mereka. Selain itu perlakuan istimewa juga diberikan untuk platform listingan SSP AdX mereka.

Platform tersebut untuk mengatur proses lelang dan memungkinkan para pembuat iklan untuk menjual tayangan atau menginventarisir iklan mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut regulator, para pesaing Google mengalami kerugian akibat tindakan tersebut.
Presiden Otoritas Persaingan Usaha Perancis Isabelle de Silva dalam pernyataan tertulusnya mengatakan, keputusan tersebut merupakan yang pertama di dunia.

"(Hasil investigasi) melihat proses lelang algoritmik yang kompleks di mana tampilan iklan online beroperasi," jelas dia.

Baca juga: KPPU Denda Travel Circle International Ltd Rp 1 Miliar, Ini Penyebabnya

Menurut de Silva, praktik yang dilakukan Google tak hanya membuat perusahaan raksasa teknologi tersebut mempertahankan posisinya sebagai platform iklan online terbesar namun juga kian meningkatkan posisi dominan mereka.

“Sanksi dan komitmen ini akan memungkinkan untuk membangun kembali level playing field untuk semua aktor, dan kemampuan penerbit untuk memanfaatkan ruang iklan mereka sebaik mungkin,” ujar de Silva.

Menanggapi hal tersebut, Google pun dalam sebuah unggahan blog menyatakan akan membuat perubahan pada teknologi iklan mereka.

"Kami menyadari ad tech memainkan peran penting untuk emndukung konten dan informasi. Kami berkomitmen untuk bekerja secara kolaboratif dengan regulator serta menemukan produk dan teknologi baru yang memberikan penerbit lebih banyak pilihan," ujar Legal Director Google Perancis Maria Gomri.

Baca juga: Pemerintah China Denda Grup Alibaba Rp 40,6 Triliun, Mengapa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.