Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Capai Rp 62,6 Triliun pada Kuartal I-2021

Kompas.com - 09/06/2021, 05:23 WIB
Ilustrasi asuransi jiwa SHUTTERSTOCKIlustrasi asuransi jiwa

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan Rp 62,66 triliun pada kuartal I-2021. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu yang rugi Rp 460 miliar.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menilai, untuk menjaga konsistensi dan momentum positif, semua pihak perlu terus melakukan literasi dan meningkatkan tata kelola untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran masyarakat atas kebutuhan akan asuransi jiwa.

"Mulai naiknya aktivitas dari masyarakat dan dunia bisnis terlihat dari meningkatnya pendapatan industri asuransi jiwa. Masifnya kenaikan premi dari bisnis baru dan positifnya hasil investasi di kuartal satu tahun ini membuat lonjakan pendapatan yang cukup tajam," ujarnya dalam paparan kinerja asuransi kuartal I-2021 secara virtual, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Selanjutnya, total pendapatan premi asuransi mengalami pertumbuhan sebesar 28,5 persen secara tahunan (year on year/yoy), atau sebesar Rp 57,45 triliun dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Pembangunan LRT Jabodebek Tahap I capai 84,6 Persen

Pada kuartal I-2021, total pendapatan premi dari bisnis baru tercatat Rp 11 triliun, tumbuh 42,3 persen secara tahunan. Sedangkan persentase premi lanjutan atau yang dilanjutkan oleh nasabah mengalami kenaikan sebesar 9,3 persen.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyatakan bahwa bancassurance berperan besar dalam meningkatkan total pendapatan premi tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menariknya, pertumbuhan total premi ini lebih banyak didorong oleh peningkatan premi yang masif dari saluran distribusi bancassurance. Pertumbuhan dari moda saluran yang memanfaatkan kerja sama antara perbankan dan asuransi ini memiliki pertumbuhan sekitar 55 persen dari periode sebelumnya. Hebatnya, bancassurance memiliki kontribusi lebih dari separuh dari total premi yang didapatkan di kuartal pertama tahun ini. Tepatnya sekitar 53 persen," lanjut dia.

Pertumbuhan juga terjadi pada saluran distribusi alternatif sebesar 35 persen atau berkontribusi sebesar 18,8 persen pada total pendapatan premi. Namun, perlambatan terjadi pada saluran distribusi keagenan dan telemarketing, masing-masing sebesar 5,8 persen dan 14,3 persen.

"Jumlah agen mengalami penurunan karena produktivitas mereka juga terdampak oleh pandemi. Keterbatasan dalam bertemu secara tatap muka dengan calon nasabah menjadi penyebab utama dari menurunnya produktivitas, walaupun sudah adanya relaksasi yang diberikan oleh OJK," tutur dia.

Baca juga: Dikunjungi 3 Kementerian, Produsen Edamame Ini Bahas Pengembangan Pasar Ekspor



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X