KABAR KADIN

Arsjad Rasjid: Program Vokasi Dapat Perkuat Kompetensi Wirausaha Muda

Kompas.com - 09/06/2021, 15:12 WIB
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid mengatakan, pemulihan sektor industri tidak bisa menggunakan satu strategi yang sama. DOK. KADINWakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid mengatakan, pemulihan sektor industri tidak bisa menggunakan satu strategi yang sama.

KOMPAS.com – Dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan dan sumber daya wirausaha muda, pengembangan pendidikan vokasi perlu dilakukan.

"Langkah ini penting dilakukan, terutama untuk wirausaha muda dan sosial dalam mengantisipasi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0," ujar Wakil Ketua Umum Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (9/6/2021).

Menurut Calon Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 itu, dengan adanya pelatihan vokasi yang dikembangkan secara luas di berbagai kota, minat masyarakat untuk berwirausaha dapat terdorong.

Dengan demikian, hal tersebut juga mampu membuka lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran.

Baca juga: Arsjad Rasjid: Kadin Siap Bantu Industri Lewati Masa Sulit

Selain itu, upaya tersebut juga dapat menjadi cara untuk membantu memulihkan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19.

“Ke depan, Kadin bisa meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, juga berbagai komunitas masyarakat untuk mengoptimalkan pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan dunia industri,” kata Arsjad.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun optimistis, pelatihan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, riset, serta inovasi akan melahirkan SDM produktif yang mampu bersaing di masa depan.

Arsjad menilai, Kadin dapat memainkan peran yang strategis dalam menjadi katalisator bagi pertumbuhan pengusaha nasional dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta pengembangan kompetensinya.

Baca juga: Resmi Daftar Jadi Caketum Kadin, Arsjad Rasjid Usung Semangat Inklusif dan Kolaboratif

Namun, untuk mencapai hal tersebut, perlu dilakukan beberapa hal, di antaranya mendirikan innovation hub untuk berbagai ilmu, berbagi pengalaman, dan melakukan program mentoring kepada UMKM serta pengusaha muda.

“Akselerasi ekosistem usaha berbasis data dan ekonomi digital juga harus dilakukan,” imbuh Arsjad.

Apalagi, dengan perkembangan teknologi digital sekarang yang telah mengubah cara berusaha. Maka dari itu, UMKM dan pengusaha muda perlu beradaptasi agar bisa tetap relevan menghadapi tantangan zaman.

Arsjad pun mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendorong terbentuknya Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas. Sebab, BLK dapat meningkatkan keterampilan angkatan kerja Indonesia. Hingga saat ini, tercatat ada 2.127 BLK Komunitas yang tersebar di pelosok negeri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X