Ekonom: Realisasi Investasi Bisa Digenjot hingga Rp 950 Triliun pada Tahun Ini

Kompas.com - 09/06/2021, 16:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan pemerintah bisa menaikkan target investasi dari Rp900 triliun menjadi Rp 930 triliun hingga Rp 950 triliun, seiring adanya Undang-Undang Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

Tauhid mengatakan perubahan itu dapat dilakukan mengingat target realisasi investasi tahun ini yang sebesar Rp900 triliun diputuskan sebelum UU Cipta Kerja disusun dan LPI dibentuk.

“Seharusnya ada perubahan target investasi ketika kedua instrumen tersebut sudah ada sehingga bisa diukur dampaknya. Saya membayangkan ada perubahan target investasi 2021 menjadi Rp930 triliun sampai Rp 950 triliun,” katanya kepada Antara di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: BKPM Bakal Jadi Kementerian Investasi, Begini Realisasi Investasi RI di Era Jokowi

Terlebih lagi, Tauhid menuturkan target investasi Rp 950 triliun akan mampu dicapai dengan didukung adanya perubahan status dari badan menjadi Kementerian Investasi serta Perpres Satgas Investasi.

Ia menyebutkan sektor potensial untuk Penanaman Modal Asing (PMA) tetap berada di sektor yang berbasis sumber daya alam yakni perkebunan dan tambang sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih bisa difokuskan pada sektor jasa.

Ia menjelaskan investasi PMA dan PMDN masih relatif kecil jika dibandingkan dengan investasi masyarakat melalui kegiatan konstruksi maupun melalui investasi mesin dan peralatan yang justru lebih banyak.

Selain itu, ia mengatakan realisasi PMDN dan PMA akan tetap bergantung pada situasi pandemi COVID-19 sehingga pemerintah perlu mengendalikan kasus positif sebagai upaya meyakinkan investor.

Game changer-nya adalah vaksinasi yang saya lihat masih sedikit. Ini perlu terus didorong. Apalagi saat ini kasus COVID-19 meningkat lagi,” ujarnya.

Ia melanjutkan sejauh ini perkembangan investasi di Indonesia sudah mulai membaik meskipun tren pada triwulan I-2021 sedikit meleset dari target namun masih normal karena masih adanya pandemi COVID-19.

Tauhid menuturkan dampak dari membaiknya investasi terhadap masyarakat baru akan terasa minimal enam bulan sampai satu tahun.

Baca juga: Realisasi Investasi Hulu Migas Pada Januari 2021 Capai 873,2 Juta Dollar AS

“Dampak investasi secara umum waktunya cukup lama minimal enam bulan sampai satu tahun baru mulai kelihatan dampaknya,” katanya.

Sebagai informasi, realisasi investasi pada triwulan I-2021 sebesar Rp219,7 triliun atau meningkat 4,3 persen dibandingkan triwulan I-2020 dan meningkat 2,4 persen dibandingkan periode triwulan sebelumnya.

Capaian realisasi investasi triwulan I-2021 yang mencapai Rp219,7 triliun tersebut berkontribusi sebesar 25,5 persen terhadap target nasional yaitu Rp900 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perluas Distribusi Reksa Dana, Bahana TCW Gandeng Fundtastic dan Bank Muamalat

Perluas Distribusi Reksa Dana, Bahana TCW Gandeng Fundtastic dan Bank Muamalat

Whats New
Pelantikan Dewan Komisioner OJK 2022-2027 Ditunda, Ini Alasannya

Pelantikan Dewan Komisioner OJK 2022-2027 Ditunda, Ini Alasannya

Whats New
KreditPro dan eFishery Dukung Budidaya Perikanan Lewat Program Kabayan

KreditPro dan eFishery Dukung Budidaya Perikanan Lewat Program Kabayan

Rilis
Nasabah Gagal Bayar WanaArtha Life Minta Direksi Baru Percepat Penyehatan Keuangan

Nasabah Gagal Bayar WanaArtha Life Minta Direksi Baru Percepat Penyehatan Keuangan

Whats New
Ajak Profesional HR Jawab Tantangan Soal SDM Pascapandemi, SKK Migas dan KKKS Gelar IHSR 2022

Ajak Profesional HR Jawab Tantangan Soal SDM Pascapandemi, SKK Migas dan KKKS Gelar IHSR 2022

Rilis
Pelantikan Dewan Komisioner OJK Batal Dilaksanakan Hari Ini, Kenapa?

Pelantikan Dewan Komisioner OJK Batal Dilaksanakan Hari Ini, Kenapa?

Whats New
NIK Jadi NPWP Mulai 2023, Ini Hal yang Perlu Kamu Ketahui

NIK Jadi NPWP Mulai 2023, Ini Hal yang Perlu Kamu Ketahui

Whats New
Ekonom: Jika BI Naikkan Suku Bunga, Berpotensi Ganggu Laju Pemulihan Ekonomi Nasional

Ekonom: Jika BI Naikkan Suku Bunga, Berpotensi Ganggu Laju Pemulihan Ekonomi Nasional

Whats New
Mirza Adityaswara Mundur sebagai Dirut LPPI

Mirza Adityaswara Mundur sebagai Dirut LPPI

Whats New
Korban Gagal Bayar Bumiputera Desak OJK Minta Skema Penyehataan Perusahaan

Korban Gagal Bayar Bumiputera Desak OJK Minta Skema Penyehataan Perusahaan

Whats New
Mudik Lebaran Dongkrak Pendapatan Jasa Marga

Mudik Lebaran Dongkrak Pendapatan Jasa Marga

Whats New
Mendag Keluarkan Permendag 30/2022, Perusahaan Sawit Harus Dahulukan Kebutuhan Migor Dalam Negeri, Baru Boleh Ekspor

Mendag Keluarkan Permendag 30/2022, Perusahaan Sawit Harus Dahulukan Kebutuhan Migor Dalam Negeri, Baru Boleh Ekspor

Whats New
Update Jenis-jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Update Jenis-jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Whats New
Harga Minyak Dunia Bertahan di Atas 110 Dollar AS

Harga Minyak Dunia Bertahan di Atas 110 Dollar AS

Whats New
Ada Perubahan, Simak Rute Baru KRL Mulai 28 Mei Mendatang

Ada Perubahan, Simak Rute Baru KRL Mulai 28 Mei Mendatang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.