Kompas.com - 09/06/2021, 16:46 WIB
Ilustrasi startup, Apa yang Dimaksud dengan Startup? Thinkstockphotos.comIlustrasi startup, Apa yang Dimaksud dengan Startup?

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO BRI Ventures, Nicko Widjaja meyakini, ledakan startup ketiga bakal terjadi lagi di Indonesia usai pandemi Covid-19.

Keyakinan itu muncul karena menurut polanya, ledakan startup kerap terjadi setiap ada krisis global.

Krisis memang terbukti mendatangkan bisnis yang lebih tangguh, sehingga fenomena banjirnya kemunculan startup mungkin saja terjadi.

Baca juga: Kemenkop UKM Gandeng Grab dan VIDA Dorong 200.000 UMKM Masuk ke Digital

"Kami percaya akan terjadi lagi ledakan startup di Indonesia, mungkin dimulai dengan cerita krisis pandemi 2020. Kalau kita perhatikan, krisis selalu mendatangkan perusahaan yang lebih resilience dan yang lebih baik," kata Nicko dalam pelucuran Grab Venture Velocity Batch 4 secara virtual, Rabu (9/6/2021).

Nicko menyebut, pola kelahiran startup juga sama di kancah global. Facebook dan Google misalnya, booming di tahun 2010.

Kemudian startup seperti Uber, AirBNB, dan startup sharing economy lainnya datang ketika fenomena krisis finansial global tahun 2008 lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi kami percaya bahwa krisis global 2020 akan melahirkan perusahaan yang lebih tangguh dan lebih baik," ucap Nicko.

Nicko juga melihat munculnya pendiri startup generasi kedua usai pandemi, yang berasal dari alumni program pelatihan dan bimbingan perusahaan ventura, termasuk Grab Ventures Velocity yang berkolaborasi dengan BRI Ventures.

Baca juga: Bayar Zakat Fitrah Bisa Lewat Grab, Begini Caranya

Begitu juga founder yang berasal dari beragam startup di Tanah Air, yang sibuk mengembangkan startupnya sendiri.

Mereka mengikuti jejak generasi pertama tahun 2010 lalu saat menjamurnya e-commerce di Tanah Air.

Tahun itu, banyak pemodal ventura dari China, Jepang, dan India berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk mendanai para startup. Maklum saja, dulu belum banyak perusahaan yang bergerak di bidang modal ventura.

"Saya lihat ini merupakan tanda yang sangat baik sekali, untuk memulai ekosistem 10 tahun ke depan. Jadi kita lihat para unicorn, para startup di Indonesia atau Asia Tenggara telah menjadi talent factories bagi emerging entrepreneur di Indonesia," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.