Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banyak Perusahaan di Indonesia yang Prioritaskan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Kompas.com - 09/06/2021, 17:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga konsultan energi Eaton melaporkan bahwa 83 persen perusahaan di Indonesia memandang pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sebagai prioritas.

Persentase tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Pasifik yang mencapai 53 persen.

Dalam laporan yang bertajuk “Masa Depan Pengelolaan Daya di Kawasan Asia-Pasifk”, Eaton meneliti tantangan dan peluang yang dihadapi oleh dunia bisnis di enam negara yakni Indonesia, Australia, Jepang, Singapura, Korea Selatan dan Taiwan.

Baca juga: PLN akan Bangun Pembangkit EBT Setelah Program 35.000 MW Selesai

"Dengan permintaan listrik yang diprediksikan akan naik dua kali lipat di dekade mendatang, ketertarikan Indonesia dalam EBT dan efisiensi energi sangat dipengaruhi oleh komitmen pemerintah terhadap pertumbuhan energi rendah karbon," ujar Isabel Chong, Country Manager untuk Singapura, Indonesia dan Malaysia, Eaton Eaton dalam keterangan resmi, Rabu (9/6/2021).

Sejauh ini Indonesia telah menetapkan target EBT sebesar 23 persen dalam bauran energi di tahun 2025, dan telah membuat rencana untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel yang sudah lama dengan pembangkit listrik tenaga surya.

Mengadopsi sumber energi bersih serta teknologi efisiensi energi untuk mengoptimalkan dan mengurangi penggunaan energi dapat membantu perusahaan mengurangi emisi karbon mereka untuk mencapai target EBT dan emisi gas rumah kaca di Indonesia.

Baca juga: Genjot Bauran EBT, Pertamina Perbanyak Penggunaan PLTS di Fasilitas Perseroan

“Untuk merealisasikan tujuan tersebut, bisnis harus mempertimbangkan prioritas mereka dengan cermat, bekerja sama lebih dekat lagi dengan mitra strategis, serta mengidentifikasi dan mengimplementasikan teknologi yang dapat mendukung tujuan bisnis dan energi mereka dengan baik,” jelas Isabel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+