Kompas.com - 09/06/2021, 20:36 WIB
Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) saat di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (7/7/2017). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAHary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) saat di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (7/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank MNC Internasional Tbk atau MNC Bank berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biara (RUPSLB) yang digelar hari ini, Rabu (9/6/2021), pemegang saham menyetujui adanya aksi korporasi HMETD yang akan ditawarkan sebanyak 14,2 miliar saham, yang mewakili setengah dari saham saat ini.

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menargetkan, dengan dana yang dihimpun dari aksi korporasi tersebut dapat membawa MNC Bank naik kelas menjadi masuk ke dalam kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III.

Baca juga: Bersaing di Industri Bank Digital, Hary Tanoe Andalkan Ekosistem MNC Group

"Tapi yang jelas right issue ini harus bisa membuat MNC Bank masuk kategori BUKU III," ujarnya dalam Public Expose MNC Bank, Rabu.

Meskipun pria yang akrab disapa HT itu tidak menyebutkan secara pasti besaran target dana yang ingin dihimpun, namun dia menargetkan perolehan dana sebanyak-banyaknya dari aksi korporasi tersebut.

"Tentunya target dana yang diperoleh kalau dari perspektif bank makin banyak equity nya makin bagus, kemampuan leverage-nya akan semakin besar. Semakin besar size daripada bank atau aset bank kan tentunya makin besar lagi kekuatannya," tutur dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Apa Itu Right Issue Saham? Kenali Untung Ruginya Bagi Investor

Sebagai informasi, bank yang masuk ke dalam kategori BUKU III harus memiliki modal inti lebih dari Rp 5 triliun hingga Rp 30 triliun, sementara saat ini MNC Bank memiliki modal inti sebesar Rp 1,17 triliun.

Dana yang diperoleh dari dua aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan MNC Bank, memperluas kapasitas pinjaman MNC Bank dan akuisisi nasabah secara digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

"Dan yang terpenting untuk mendukung pengembangan MotionBanking sebagai aplikasi perbankan digital paling terintegrasi, termasuk Pengembangan Credit Scoring berbasiskan AI dan pengintegrasian MotionPay serta kartu kredit virtual dan aplikasi fintech terkait lainnya yang dimiliki MNC Group maupun pihak eksternal," ucap Hary Tanoe.

Baca juga: Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil Kawal Ketat Proyek KEK Lido Hary Tanoe



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.