Kompas.com - 10/06/2021, 07:09 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Coffee Talk MenkopUKM dan Lewi's Organics sekaligus Pengukuhan 200 Master Mentor SIGAP UMKM, Kamis, (11/3/2021). DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Coffee Talk MenkopUKM dan Lewi's Organics sekaligus Pengukuhan 200 Master Mentor SIGAP UMKM, Kamis, (11/3/2021).

DENPASAR, KOMPAS.com – Pariwisata dan ekonomi Bali hingga kini masih terpuruk akibat pandemi Covid-19. Sebagai upaya memulihkan kembali kawasan wisata andalan Indonesia tersebut, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong UMKM Bali untuk go digital.

Pada kuartal I-2021, pertumbuhan ekonomi Bali terkontraksi sampai dengan minus 9,85 persen yoy. Maka dari itu, Teten mengimbau agar Bali harus berpikir ulang untuk mendongkrak perekonomian, salah satu caranya ialah dengan mendorong peran ekonomi kreatif di Bali.

"Strategi Bali harus diubah. Selama ini Bali dikunjungi dunia, tapi sekarang Bali yang mengunjungi dunia. Kita maksimalkan peran ekonomi kreatif dan digitalisasi produk UMKM. Banyak yang rindu Bali. Kita kirim produk Bali. Tidak hanya produk makanan, bisa saja seperti cerita rakyat Bali kita ubah menghasilkan bagi perekonomian," kata Teten dalam kunjungan kerja di Bali, seperti dikutip dari siaran persnya, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Teten Masduki: UMKM Jangan Lagi Jadi Ekonomi Marginal...

Menurut Teten, Bali tak ubahnya dengan Swiss yang merupakan negara asal merek jam bermerek Rolex. Jadi apa pun yang ada di Bali akan sangat ‘menjual’ bagi negara luar, sehingga penting untuk mengembangkan potensi tersebut.

"Jadi apa pun dari Bali pasti menjual. Ini perlu kita kembangkan," tegas Teten.

Tak ubahnya dengan pertunjukan seni di Bali yang juga menurut Teten sangat dirindukan wisatawan mancanegara. Melalui go digital, pertunjukan seni bisa mendorong pemulihan Bali melalui pertunjukan secara virtual misalnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pandemi jadi pembelajaran bagi Bali jangan mengandalkan 100 persen pariwisata. Karena risikonya sangat tinggi. Harus ada inovasi berbasis ekonomi kreatif," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengakui, pandemi Covid-19 telah menyadarkan Pemerintah Provinsi Bali terlalu bergantung pada pariwisata.

Beruntungnya, Bali masih memiliki UMKM yang menjadi bantalan bagi perekonomian daerah. Namun, menurut dia, UMKM di Bali belum berkembang sesuai harapan.

"Padahal gagasan, kreativitas, dan digital juga mumpuni. Tapi, keberanian UMKM untuk mencoba hal baru harus ditingkatkan," ucap Oka.

Baca juga: BLT untuk 3 Juta UMKM, Anggaran Masih Menunggu Persetujuan Kemenkeu



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.