Berkunjung ke RI, Menteri Kelautan Perancis Soroti Isu Sampah Plastik

Kompas.com - 10/06/2021, 15:04 WIB
|

Sementara itu, Kepala BRSDM KKP Sjarief Widjaja menambahkan, kerja sama menurunkan sampah plastik memang menjadi konsen kementerian. Saat ini kata Sjarief, Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan pemerintah Perancis yang dilakukan antara IRD dan BRSDM.

Kerja sama dilakukan untuk pemantauan dan pemodelan sampah laut yang terinspirasi dari kepentingan bersama kedua negara dalam menemukan solusi praktis penanganan sampah laut.

"Kemudian kerja sama memungkinkan adanya riset dan peningkatan kapasitas terkait dampak penggunaan rumpon (Fish Aggregating Device) terhadap perikanan tuna," beber dia.

Lebih lanjut Sjarief mengungkap, RI sudah beberapa kali bekerja sama dengan pemerintah Perancis. Kerja sama dengan IRD sendiri terjalin sejak pertengahan tahun 2000, melakukan sejumlah penelitian bersama di bidang pakan ikan dan produksi perikanan.

Kemudian di bidang kelautan, melalui proyek INDESO pada tahun 2014, Indonesia dan Perancis juga melakukan penelitian dan pengembangan inovasi revolusioner pengamatan oceanography melalui fasilitas Stasiun pengamatan kebumian.

Dengan kemampuan downlink langsung data Radarsat 2 dan Cosmo Skymed, teknologi radar satellite Barata memungkinkan dilakukannya pemantauan penangkapan ikan secara real time, pengamatan arus laut, penanganan bencana ekologi akibat tumpahan minyak, hingga pemantauan kawasan pesisir untuk mengindentifikasi potensi lahan tambak di sepanjang pesisir.

"Namun, masih banyak yang harus dilakukan ke depan dan saya berharap untuk fase berikutnya kita dapat menekankan pada kebersamaan peneliti Indonesia dan Perancis dalam setiap tahapan project penelitian," pungkas Sjarief.

Baca juga: 1.100 Orang Ditangkap di China, Diduga Lakukan Pencucian Uang dengan Aset Kripto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.