Di Masa Pandemi Covid-19, Bagaimana Tren Wisata yang Digemari?

Kompas.com - 10/06/2021, 19:52 WIB
Ilustrasi wisatawan Indonesia. shutterstock.com/Nopphone_1987Ilustrasi wisatawan Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat perubahan pola berwisata di masa pandemi Covid-19. 

Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Yuana Rochma Astuti mengatakan, saat ini masyarakat lebih suka ke lokasi pariwisata yang tidak jauh dari rumah.

“Sekarang masyarakat gemar berwisata di lokasi yang tidak jauh dari perumahannya. Jadi artinya, yang menurut mereka jangkauannya bisa dicapai dengan mobil pribadi,” ungkap Yuana secara virtual, Kamis (10/6/2021).

Baca juga: Sandiaga Uno Ungkap Model Pariwisata di Era Baru, Seperti Apa?

Menurut Yuana, alasan menggunakan mobil pribadi karena banyak masyarakat yang cemas untuk berpergian melalui jalur udara.

Di sisi lain, lokasi yang didatangi juga merupakan lokasi yang bisa mengakomodir wisata keluarga.

“Masyarakat masih insecure dengan naik pesawat. Itu bisa kita petakan. Kalua kita lihat, pola saat ini perjalanan kalua dari Jakarta itu biasanya suka ke Bandung, Solo, Semarang dan Yogyakarta. Kemudian, tren staycation, seperti hotel yang mengakomodir wisata keluarga,” jelas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika terpaksa menggunakan jalur udara, Yuana menilai masyarakat cenderung memilih penerbangan yang memiliki fleksibilitas, dari mulai kemudahan untuk refund, hingga akomodasi yang disediakan.

“Penawaran tiket yang digemari itu yang memberikan fleksibilitas untuk refund. Baik tiket maupun akomodasi,” jelas dia.

Baca juga: Manfaatkan Tren Baru di Sektor Pariwisata dan Travel, RedDoorz Luncurkan Hotel Premium

Selain itu, tren yang juga muncul adalah wisata outdoor.

Menurut Yuana, banyak masyarakat yang merasa lebih aman ketika melakukan wisata secara outdoor.

Namun, wisata outdoor saat ini, tentunya dengan keluarga, berbeda dengan era sebelum pandemi yang kebanyakan wisata outdoor dilakukan dengan grup besar.

“Yang back to nature itu banyak orang merasa nyaman. Karena, di udara yang terbuka itu lebih aman daripada udara tertutup dengan berwisata bersama keluarga,” jelasnya.

Yuana menambahkan, masyarakat juga kini menyukai tempat-tempat pariwisata yang sudah menerapkan standar CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Baca juga: ASN Bekerja dari Bali, Kemenko Marves: Kita Perlu Simpati pada Pekerja Pariwisata

“Dengan standar CHSE, paling tidak masyarakat merasa tempat tersebut bersih. Jadi ada rasa kenyamanan. Nah wisata yang berkelanjutan inilah yang sangat digemari. Artinya wisata di tempat yang lebih berkelanjutan Kembali ke alam,” jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.