Kompas.com - 11/06/2021, 10:51 WIB
Gunung Sahendaruman yang terletak di selatan Pulau Sangihe, masuk dalam wilayah izin tambang emas. dok BBC IndonesiaGunung Sahendaruman yang terletak di selatan Pulau Sangihe, masuk dalam wilayah izin tambang emas.


JAKARTA, KOMPAS.com – Tambang emas Sangihe tengah jadi sorotan publik menyusul meninggalnya Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong ketika di perjalanan dari Bali menuju Manado melalui Makassar.

Pasalnya, beberapa waktu sebelum meninggal, Helmud Hontong diketahui telah membuat surat permohonan pembatalan izin operasi pertambangan emas di wilayahnya.

Lantas, sebenarnya seberapa besar potensi tambang emas Sangihe?

Baca juga: Wakil Bupati Sangihe Meninggal, Ini Penjelasan Lion Air

Berikut ini ulasan terkait harta karun yang terkandung di lokasi tambang emas Sangihe. Diberitakan Harian Kompas pada 25 April 2021, lokasi tambang ini akan dieksploitasi oleh perusahaan bernama PT Tambang Mas Sangihe (TMS).

Perusahaan tersebut akan mengeksploitasi emas di lahan 65,48 hektar dari total wilayah kontrak seluas lebih dari setengah Pulau Sangihe, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Luasan tersebut baru sebagian kecil dari dari jumlah lahan konsesi yang didapat PT TMS seluas 42.000 hektar wilayah potensi emas. Karena itu, Manager Tambang PT TMS, Bob Priyo Husodo, menyebutkan bahwa eksplorasi potensi emas di titik-titik lain juga akan berlangsung.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Itu untuk penjajakan mencari sumber daya mineral yang memungkinkan secara ekonomi dan lingkungan untuk ditambang,” katanya melalui pesan teks, Minggu (25/4/2021) malam.

Baca juga: Sebelum Meninggal, Wakil Bupati Sangihe Buat Surat Pembatalan Izin Tambang Emas

Kontrak karya tambang emas di Sangihe

Kontrak karya pertambangan emas di Pulau Sangihe diterbitkan pada 1987 untuk eksplorasi selama 30 tahun. Adapun saat ini PT TMS sudah mengantongi izin operasi produksi hanya di lahan seluas 65,48 hektar.

Lahan itu terletak di Kampung Binebas, Kecamatan Tabukan Selatan, dan Kampung Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah. Lokasi tambang di sisi tenggara Pulau Sangihe ini adalah hasil dari eksplorasi selama 2007-2013.

PT TMS mendapat izin operasi produksi selama 33 tahun, terhitung sejak 29 Januari 2021 hingga 28 Januari 2054. Bob mengatakan, hal ini sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara (Minerba).

Baca juga: ABM Investama Dapat Perpanjangan Kontrak Tambang Senilai Rp 1,65 Triliun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X