Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nasabah Minna Padi: Sudah Hampir 2 Tahun, Pengembalian Dana Belum Jelas

Kompas.com - 11/06/2021, 16:59 WIB
Elsa Catriana,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah nasabah Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) kembali meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memerintahkan PT Minna Asset Padi Management agar segera membayar hak nasabah sesuai perjanjian.

Permasalahan ini dimulai ketika OJK membubarkan enam reksa dana Minna Padi dengan dana kelolaan Rp 6 triliun milik 6.000 nasabah MPAM. OJK menemukan berbagai pelanggaran UU dan POJK yang dilakukan oleh MPAM.

Indikasi awal pelanggaran dalam pemasaran produk reksa dana diungkapkan OJK dalam surat bernomor S-1240/PM.21/2019 tertanggal 9 Oktober 2019.

Dalam surat itu disebutkan ada indikasi penawaran dengan menjanjikan imbalan pasti atau fixed return sebesar 11 persen dalam tempo 6-12 bulan.

Baca juga: Ini Strategi BSI Tingkatkan Literasi Keuangan Bank Syariah

Perwakilan nasabah MPAM Jackson mengatakan, nasabah menuntut Minna Padi untuk bertanggungjawab membayarkan dana investasinya seperti yang dijanjikan dengan menggunakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) pembubaran.

"Jelas, Minna Padi harus bertanggungjawab sesuai dengan perjanjian dengan nasabah. Jadi tidak dengan pokok, tapi sesuai dengan perjanjian 6 bulan berapa, 1 tahun berapa," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (11/6/2021).

Dia mengakui, hingga saat ini belum ada perkembangan pembayaran dana investor setelah terakhir dibayarkan sejak lebih dari setahun yang lalu.

"Waktu sudah berjalan hampir dua tahun, namun hingga kini kejelasan pengambilan dana tabungan nasabah MPAM masih tidak tertulis (belum jelas)," kata Jackson.

Dia juga menyebutkan ada sebanyak Rp 1,6 triliun dana yang sudah dibayarkan MPAM ke para nasabah beberapa tahun lalu.

"Sejauh ini baru 20 persen yang dibayar," ucap dia.

Oleh sebab itu para nasabah juga memohon bantuan kepada Anggota Komisi IX DPR RI untuk mengawal kasus ini hingga selesai.

"Kami juga meminta pemerintah, lembaga penegakan hukum untuk turun tangan dan melindungi seluruh nasabah korban lembaga jasa keuangan yang merugikan banyak investor," ucap dia.

Baca juga: Ini Strategi Pemerintah Pangkas Utang Jumbo PLN

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Masih Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Masih Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Work Smart
Tingkatkan Daya Saing, Kementan Lepas Ekspor Komoditas Perkebunan ke Pasar Asia dan Eropa

Tingkatkan Daya Saing, Kementan Lepas Ekspor Komoditas Perkebunan ke Pasar Asia dan Eropa

Whats New
IHSG Turun 2,74 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Saham Rp 11.718 Triliun

IHSG Turun 2,74 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Saham Rp 11.718 Triliun

Whats New
Pelita Air Catat Ketepatan Waktu Terbang 95 Persen pada Periode Libur Lebaran

Pelita Air Catat Ketepatan Waktu Terbang 95 Persen pada Periode Libur Lebaran

Whats New
Simak, 5 Cara Tingkatkan Produktivitas Karyawan bagi Pengusaha

Simak, 5 Cara Tingkatkan Produktivitas Karyawan bagi Pengusaha

Work Smart
Konflik Iran-Israel, Kemenhub Pastikan Navigasi Penerbangan Aman

Konflik Iran-Israel, Kemenhub Pastikan Navigasi Penerbangan Aman

Whats New
Terbit 26 April, Ini Cara Beli Investasi Sukuk Tabungan ST012

Terbit 26 April, Ini Cara Beli Investasi Sukuk Tabungan ST012

Whats New
PGEO Perluas Pemanfaatan Teknologi untuk Tingkatkan Efisiensi Pengembangan Panas Bumi

PGEO Perluas Pemanfaatan Teknologi untuk Tingkatkan Efisiensi Pengembangan Panas Bumi

Whats New
Daftar Lengkap Harga Emas Sabtu 20 April 2024 di Pegadaian

Daftar Lengkap Harga Emas Sabtu 20 April 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Tren Pelemahan Rupiah, Bank Mandiri Pastikan Kondisi Likuiditas Solid

Tren Pelemahan Rupiah, Bank Mandiri Pastikan Kondisi Likuiditas Solid

Whats New
LPS Siapkan Pembayaran Simpanan Nasabah BPRS Saka Dana Mulia

LPS Siapkan Pembayaran Simpanan Nasabah BPRS Saka Dana Mulia

Whats New
Harga Emas Antam Sabtu 20 April 2024, Naik Rp 2.000 Per Gram

Harga Emas Antam Sabtu 20 April 2024, Naik Rp 2.000 Per Gram

Spend Smart
Ini 6 Kementerian yang Sudah Umumkan Lowongan CPNS 2024

Ini 6 Kementerian yang Sudah Umumkan Lowongan CPNS 2024

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 20 April 2024

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 20 April 2024

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Sabtu 20 April 2024, Harga Ikan Tongkol Naik

Harga Bahan Pokok Sabtu 20 April 2024, Harga Ikan Tongkol Naik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com