Siapa Sebenarnya Sosok di Balik Perusahaan Tambang Emas Sangihe?

Kompas.com - 11/06/2021, 17:09 WIB

Selain pengetahuannya yang luas tentang proyek-proyek utama Sangihe dan Minwah di Asia Timur, Terry membawa keterampilan kewirausahaannya dari serangkaian usaha bisnis yang sukses yang mencakup teknologi, ekspor-impor, dan sumber daya manusia.

“Sebelumnya beliau adalah Managing Director Shellbridge Group Ltd. yang didirikan sebagai perusahaan impor/ekspor dengan operasi di Shanghai dan Zhuhai China,” tulis laman resmi perusahaan.

Shellbridge mengekspor bahan bangunan, termasuk isolasi kayu dan fiberglass dari China, Indonesia dan Amerika Serikat ke Australia. Perusahaan tersebut juga mengimpor produk minyak dan energi ke China termasuk batu bara, produk minyak bumi, dan aspal.

Baca juga: Mengenal Tambang Emas yang Sempat Ditolak Wakil Bupati Sangihe Sebelum Meninggal

“Dia mengawasi logistik, pembiayaan, sumber dan pengembangan bisnis. Beliau juga menjabat sebagai Managing Director Borneo Resource Investment Ltd., sebuah perusahaan pertambangan Amerika (“BRNE”) publik yang menambang emas, dan mengembangkan tambang emas produksi di Sulawesi Utara, Republik Indonesia,” tandasnya.

Di PT TMS, Terry Filbert bertanggung jawab atas semua manajemen bisnis perusahaan di Indonesia, termasuk membangun tim penambangan baru, memperoleh properti untuk produksi hingga mengembangkan properti tersebut untuk produksi.

Terry Filbert juga bertanggung jawab atas pengaturan aspek legal untuk Indonesia, perencanaan dan pengembangan bisnis, manajemen dan kontrol keuangan, serta penghubung pemerintah dan apparat setempat untuk pertambangan dan aset perusahaan.

“Dia mengembangkan operasi pelindian tumpukan produksi bijih emas 5.000 ton di daerah Ratatotok, Sulawesi Utara dengan mandat untuk memperluas operasi menjadi total 35.000 ton, bantalan produksi bijih emas, operasi pelindian tumpukan,” papar perusahaan.

Jabatan lain yang pernah dipegangnya adalah Managing Director Big Blue Resources Ltd. yang berlokasi di Hong Kong dan Indonesia, yang memiliki izin konsesi pertambangan batubara termal di Kalimantan Timur dan Tengah serta konsesi Silica bermutu tinggi di Kalimantan Tengah Indonesia.

Perusahaan ini didirikan oleh Terry untuk mengkonsolidasikan tambang yang kurang dibiayai dan berkinerja buruk di Indonesia.

Di perusahaan itu, dia bertanggung jawab untuk mencari dan memperoleh pembiayaan dan mitra JV untuk proyek-proyek pertambangan ini serta mengelola kantor penjualan dan perdagangan, yang mencakup penjualan semua batubara termal ke Asia Pasifik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.