PPN Sembako dkk Diyakini Bikin Sistem Pajak Lebih Adil, Begini Penjelasan Stafsus Menkeu

Kompas.com - 11/06/2021, 17:42 WIB
Staf Khusus Menkeu Yustinus Prastowo di Jakarta, Selasa (1/10/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAStaf Khusus Menkeu Yustinus Prastowo di Jakarta, Selasa (1/10/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana mengenakan pajak untuk bahan pokok/sembako dan jasa-jasa lain termasuk sekolah. Rencana ini tertuang dalam draft Revisi UU Kelima Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) yang beredar di media.

Staf Khusus Menteri Keuangan (Stafsus Menkeu) Yustinus Prastowo mengatakan, pengenaan tarif PPN untuk sembako, sekolah, hingga jasa kesehatan adalah bagian dari reformasi pajak.

Harapannya, pengenaan PPN bisa menciptakan sistem yang lebih adil antara masyarakat kelas atas dan kelas bawah. Bukan tak mungkin, PPN hanya akan dikenakan untuk sembako dan sekolah tertentu.

"Kira-kira gini ilustrasinya. Kalau saya konsumsi telur omega, terus Bapak beli telur ayam kampung di pasar, itu sama-sama tidak kena PPN. Padahal daya beli konsumennya sangat berbeda," kata Yustinus dalam webinar, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Pemerintah Janji PPN Sembako hingga Sekolah Tak Diberlakukan Tahun Ini

Begitu juga PPN dalam komoditas beras. Yustinus menuturkan, konsumen beras premium tak bisa disamakan dengan beras raskin. Pun dengan konsumen daging wagyu dengan konsumen daging ayam di pasar

"Jasa kesehatan juga sama. Seorang artis yang melakukan operasi plastik tak bisa dipukul rata dengan orang miskin yang operasi kutil. Sama-sama enggak kena PPN. Adil enggak yang seperti itu?," tanya Yustinus.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pendidikan pun demikian. Yustinus merasa tak adil jika orang yang belajar di sekolah-sekolah nirlaba/bersubsidi dengan orang yang belajar privat dan di sekolah-sekolah mahal sama-sama tak dikenakan PPN.

"Menurut hemat kami ini menjadi tidak adil, tidak fair, sehingga kita kekurangan kesempatan untuk memungut pajak kelompok kaya untuk didistribusi kepada orang miskin," tutur Yustinus.

Baca juga: Ketika Sri Mulyani Heran Draf PPN Sembako Bisa Bocor ke Publik

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Minta Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok Diberantas, Ini Langkah Pelindo II

Presiden Minta Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok Diberantas, Ini Langkah Pelindo II

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Saat Bermasalah dengan Rekan Kerja, Bagaimana Menyikapinya?

[KURASI KOMPASIANA] Saat Bermasalah dengan Rekan Kerja, Bagaimana Menyikapinya?

Whats New
Wacana PPN Sembako Bikin Harga Pangan Naik?

Wacana PPN Sembako Bikin Harga Pangan Naik?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Menyusuri Keindahan Wisata di Benua Eropa

[KURASI KOMPASIANA] Menyusuri Keindahan Wisata di Benua Eropa

Rilis
Butuh Dana Cepat, Simak Cara dan Syarat Menggadaikan Barang Berikut

Butuh Dana Cepat, Simak Cara dan Syarat Menggadaikan Barang Berikut

Whats New
Pajak Adalah Pungutan Negara: Definisi, Fungsi, dan Jenis-jenisnya

Pajak Adalah Pungutan Negara: Definisi, Fungsi, dan Jenis-jenisnya

Whats New
Petani di Karawang Dapat Bantuan Alsintan, Bupati Cellica: Semoga Bermanfaat untuk Poktan

Petani di Karawang Dapat Bantuan Alsintan, Bupati Cellica: Semoga Bermanfaat untuk Poktan

Rilis
Kemenhub Gencarkan Vaksinasi Gratis untuk Pelaut, Simak Jadwalnya

Kemenhub Gencarkan Vaksinasi Gratis untuk Pelaut, Simak Jadwalnya

Whats New
Cek Pajak Kendaraan Jatim via Online, Mudah dan Cepat

Cek Pajak Kendaraan Jatim via Online, Mudah dan Cepat

Work Smart
Pertamina Pastikan Seluruh Titik Api di Kilang Cilacap Sudah Padam

Pertamina Pastikan Seluruh Titik Api di Kilang Cilacap Sudah Padam

Whats New
Kemenko Perekonomian Buka Lowongan Kerja, Gaji Rp 5,5 Juta

Kemenko Perekonomian Buka Lowongan Kerja, Gaji Rp 5,5 Juta

Whats New
Ada Ferrari dan Rolls Royce, Cek Lagi Daftar Lelang Mobil Sitaan Kasus Asabri

Ada Ferrari dan Rolls Royce, Cek Lagi Daftar Lelang Mobil Sitaan Kasus Asabri

Spend Smart
Jokowi Perpanjang Gratis PPnBM Mobil di Tengah Polemik PPN Sembako

Jokowi Perpanjang Gratis PPnBM Mobil di Tengah Polemik PPN Sembako

Whats New
Bukan 42.000 Hektar, Prospek Tambang Emas Sangihe Ternyata 4.500 Hektar

Bukan 42.000 Hektar, Prospek Tambang Emas Sangihe Ternyata 4.500 Hektar

Whats New
Hingga Agustus 2021, Avanza dkk Masih Dapat Diskon PPnBM 100 Persen

Hingga Agustus 2021, Avanza dkk Masih Dapat Diskon PPnBM 100 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X