Pasok 60 Persen BBM di Jawa, Ini Profil Kilang Pertamina di Cilacap

Kompas.com - 12/06/2021, 14:03 WIB
Ilustrasi Kilang Cilacap. Dok. PertaminaIlustrasi Kilang Cilacap.


JAKARTA, KOMPAS.com – Kebakaran terjadi di kilang milik PT Pertamina (Persero) di Cilacap pada Jumat (11/6/2021) malam. Nama resmi kilang tersebut adalah Pertamina Refinery Unit IV Cilacap.

Kilang Cilacap merupakan salah satu dari 7 jajaran unit pengolahan di Indonesia, yang memiliki kapasitas produksi terbesar yakni 348.000 barrel/hari, dan terlengkap fasilitasnya jika dibandingkan kilang-kilang lainnya.

“Kilang ini bernilai strategis karena memasok 34 persen kebutuhan BBM nasional atau 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa,” tulis laman resmi Pertamina, dikutip pada Sabtu (12/6/2021).

Baca juga: Kilang Cilacap Terbakar, Masyarakat Sekitar Dipastikan Tak Terdampak

Selain itu, kilang ini merupakan satu-satunya kilang di tanah air saat ini yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di tanah air. Pertamina Refinery Unit IV Cilacap terdiri atas beberapa kilang sebagai berikut.

Kilang Minyak I

Kilang Minyak I dibangun tahun 1974 dengan kapasitas semula 100.000 barrel/hari. Kilang Minyak I ini beroperasi sejak diresmikan Presiden RI tanggal 24 Agustus 1976.

Sejalan dengan peningkatan kebutuhan konsumen, tahun 1998/1999 ditingkatkan kapasitasnya melalui Debottlenecking project sehingga menjadi 118.000 barrel/hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kilang ini dirancang untuk memproses bahan baku minyak mentah dari Timur Tengah, dengan maksud selain mendapatkan BBM sekaligus untuk mendapatkan produk NBM yaitu bahan dasar minyak pelumas (lube oil base) dan aspal,” tulis Pertamina.

Baca juga: Pertamina: Titik Kebakaran Kilang Cilacap Jauh dari Permukiman

Kegiatan mengolah minyak dari Timur tengah bertujuan agar dapat menghasilkan bahan dasar pelumas dan aspal, mengingat karakter minyak dari dalam negeri tidak cukup ekonomis untuk produksi dimaksud.

Kilang Minyak II

Selanjutnya, Kilang Minyak II ini dibangun tahun 1981, dengan pertimbangan untuk pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri yang terus meningkat.

“Kilang yang mulai beroperasi 4 Agustus 1983 setelah diresmikan Presiden RI, memiliki kapasitas awal 200.000 barrel/hari,” tandas Pertamina.

Baca juga: Kilang Cilacap Terbakar, Penyaluran BBM dan Elpiji Dipastikan Aman

Kemudian mengingat laju peningkatan kebutuhan BBM ditanah air, sejalan dengan proyek peningkatan kapasitas (debottlenecking) pada tahun 1998/1999, kapasitasnya juga ditingkatkan menjadi 230.000 barrel/hari.

Kilang ini mengolah minyak "cocktail" yaitu minyak campuran, tidak saja dari dalam negeri juga di impor dari luar negeri.

Kilang Paraxylene

Di Kilang Cilacap juga terdapat Kilang Paraxylene, yang dibangun tahun 1988 dan beropersi setelah diresmikan oleh Presiden RI tanggal 20 Desember 1990.

Kilang ini menghasilkan produk NBM dan Petrokimia. Pertimbangan pembangunan Kilang ini didasarkan atas pertimbangan:

  • Tersedianya bahan baku Naptha yang cukup dari Kilang Minyak II Cilacap.
  • Adanya sarana pendukung berupa dermaga tangki dan utilitas.
  • Disamping terbukanya peluang pasar baik didalam maupun luar negeri.

Dari kilang ini, produk yang dihasilkan adalah aspal, heavy aromate, lube base oil, low sulphur qaxy residue, minarex, paraffinic oil, paraxylene, slack wax, dan toluene.

Adapun mengenai kondisi kebakaran Kilang Cilacap, pada saat terbakar, tangki di area bundwall hanya berisikan 1/3 produk benzene atau sebanyak 1.100 barel dari kapasitas tanki 3.000 barel.

Baca juga: Kilang Cilacap Terbakar, Ini Penjelasan Pertamina

Benzene adalah produk kilang yang merupakan bahan dasar untuk petrochemical, tidak terkait dengan produk BBM atau LPG.

Saat terjadi kebakaran, Kilang Cilacap juga masih dapat beroperasi normal, dan Pertamina memastikan pasokan BBM serta LPG tidak akan terganggu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.