Kompas.com - 12/06/2021, 14:31 WIB
Gedung Kementerian BUMN, komisaris BUMN Dokumentasi Kementerian BUMNGedung Kementerian BUMN, komisaris BUMN

JAKARTA, KOMPA.com - Penunjukan komisaris BUMN kerap kali menjadi polemik di Tanah Air. Banyak kalangan beranggapan, pemilihan jabatan komisaris di perusahaan negara sering kali mengesampingkan profesionalisme.

Ada yang ditunjuk karena kontribusinya selama masa pilpres, pengurus organisasi relawan pendukung, pejabat negara, purnawirawan TNI-Polri, hingga kader partai koalisi.

Beberapa komisaris BUMN juga tercatat diisi beberapa tokoh penting yang lekat dengan Nahdlatul Ulama (NU), ormas terbesar di Indonesia. Beberapa nama juga terafiliasi langsung dengan kepengurusan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 

Berikut daftar tokoh-tokoh NU dalam daftar komisaris BUMN, termasuk yang menjabat di posisi komisaris anak usaha BUMN:

Baca juga: Mengapa Banyak Pensiunan Jenderal TNI Jadi Komisaris BUMN?

1. Ahmad Sudrajat

Ahmad Sudrajat adalah salah satu pentolan PBNU. Ia saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Sucofindo (Persero), sebuah BUMN yang bergerak di bidang jasa survei.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikutip dari laman resmi Sucofindo, dia sudah menduduki posisi komisaris BUMN sejak 15 Oktober 2019. Ahmad Sudrajat tercatat sebagai Wakil Sekretaris Pengurus Harian LPTNU (Lembaga Perguruan Tinggi Nahdhatul Ulama).

Selain itu, dia juga memegang posisi sebagai Ketua Pengurus Pusat (PP) NU Care-LAZISNU, sebuah badan amil zakat di bawah PBNU.

2. Said Aqil Sirodj

Siapa tak kenal dengan Said Aqil Sirodj. Ia merupakan Ketua Umum PBNU saat ini. Said Aqil menduduki posisi Komisaris Utama PT KAI (Persero). Ia menggantikan posisi yang ditinggalkan Jusman Syafii Djamal.

Baca juga: Demi Konten, Dalih Erick Thohir Tunjuk Abdee Slank Jadi Komisaris BUMN

Ulama asal Cirebon merupakan lulusan dari Jurusan Filsafat Islam Universitas Ummu al-Qura di Makkah, Arab Saudi. Ia juga tercatat menjadi Anggota Dewan Pengarah BPIP, lembaga pembina Pancasila yang diketuai Megawati Soekarnoputri.

3. Andi Najmi Fuaidi

Andi Najmi Fuaidi saat ini tercatat sebagai Komisaris Inhutani I, sebuah perusahaan BUMN yang mengelola kawasan hutan. Pria asal Brebes ini sudah menduduki posisi tersebuat sejak 6 Maret 2017.

Di PBNU, Andi Najmi Fuaidi menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU. Jabatan lainnya yakni Dewan Pengarah Satuan Tugas (Satgas) Nahdlatul Ulama Peduli.

4. Irfan Wahid

Irfan Wahid adalah satu komisaris di PT Angkasa Pura I, perusahaan negara yang jadi pengelola bandara. Ia menjadi komisaris BUMN sejak 20 Maret 2020.

Baca juga: Rekam Jejak Zuhairi Misrawi, Kader PDI-P yang Jadi Komisaris BUMN

Dalam laman resmi AP I, Irfan Wahid sempat memegang posisi sebagai Senior Advisor di Muslimat NU dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Ia juga merupakan salah satu tokoh dari Pesantren Tebuireng Jombang.

5. Marsudi Syuhud

Marsudi Syuhud tercatat sebagai Komisaris Independen PT BGR Logistics. BUMN ini bergerak di bidang jasa logistik dan transportasi.

Di laman resmi perusahaan, karier Marsudi Syuhud dijelaskan sebagai Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Pusat. Selain itu, ulama asal Kebumen ini tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

6. Zuhairi Misrawi

Zuhairi Misrawi saat ini menduduki posisi Komisaris PT Yodya Karya (Persero). BUMN ini bergerak di bidang jasa konsultan konstruksi.

Baca juga: Daftar 17 Relawan Jokowi di Kursi Komisaris BUMN

Namanya memang tidak masuk dalam kepengurusan PBNU. Namun pria asal Sumenep Madura ini dikenal aktif sebagai aktivis berlatar belakang NU. Ia pernah berkuliah di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Namanya juga masuk sebagai salah satu anggota Intelektual Muda Nahdlatul Ulama dan Ketua Moderate Muslim Society. Ia juga mengaku pernah mondok selama 6 tahun di Pondok Pesantren al-Amien, Prenduan.

Di NU, ia merupakan salah satu intelektual muda yang cukup kritis. Ia pernah mendesak PBNU untuk membantu penanganan kasus konflik penganut Syiah di Sampang.

Zuhairi Misrawi juga dikenal sebagai kader PDIP. Ia merupakan salah satu relawan pemenangan Presiden Jokowi di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.

Baca juga: Projo Desak Erick Thohir Perbanyak Komisaris BUMN dari Relawan Jokowi

7. Masduki Baidlowi

Masduki Baidlowi adalah satu pengurus PBNU yang menjabat sebagai Komisaris PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Bank ini sebelumnya merupakan gabungan dari bank-bank syariah milik Bank Himbara.

Pada 1999-2004, Masduki menduduki salah satu posisi penting di kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU), yakni sebagai wakil sekjen PBNU.

Sosoknya juga dikenal dekat dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Masduki Baidlowi juga sempat menjabat posisi strategis di MUI.

8. Ulil Abshar Hadrawi

Nama Ulil Abshar Hadrawi tercatat sebagai Komisaris PT Indonesia Power. Perusahaan ini merupakan anak usaha PT PLN (Persero) di bidang pembangkit listrik.

Baca juga: Sepak Terjang Kang Dede, Tim Medsos Jokowi yang Jadi Komisaris BUMN

Di laman resmi Indonesia Power, Ulil Abshar Hadrawi tercatat sebagai Deputy Secretary General PBNU dari tahun 2015 hingga sekarang.

9. Ishfah Abidal Aziz

Pentolan PBNU berikutnya di jajaran komisaris perusahaan pelat merah (komisaris BUMN) adalah Ishfah Abidal Aziz. Namanya juga sering wara-wiri di media massa.

Pria asal Madiun ini adalah Komisaris PT Krakatau Daya Listrik, anak perusahaan BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Pendidikan terakhirnya adalah S1 Jinayah Siyasah IAIN Sunan Kalijaga.

Baca juga: Ulin Yusron, Influencer Jokowi yang Jadi Komisaris BUMN ITDC



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.