Batam Aero Technic Jadi KEK, Lion Air Sebut Investasi Rp 7,29 Triliun

Kompas.com - 12/06/2021, 16:02 WIB
Pesawat Airbus A330-300 milik Lion Air tengah menjalani perawatan dan perbaikan di Batam Aero Technic, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (11/10/2017). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANPesawat Airbus A330-300 milik Lion Air tengah menjalani perawatan dan perbaikan di Batam Aero Technic, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (11/10/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah resmi menetapkan Batam Aero Technic (BAT) sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui ketetapan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2021.

Batam Aero Technic adalah pusat perawatan dan pengerjaan pesawat udara (Maintenance, Repair, Overhaul/ MRO) milik of Lion Air Group. Peresmian KEK BAT digelar pada Sabtu hari ini (12/6/2021), oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Hadir pula dalam kesempatan itu yakni Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Walikota Batam Muhammad Rudi.

Baca juga: Patroli Laut Gabungan Digelar di Batam Cegah Penyelundupan Barang

Sedangkan dari pihak Lion Air Grup hadir langsung Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait dan Direktur Utama Batam Aero Technic, I Nyoman Rai Pering Santaya, serta disaksikan oleh jajaran lembaga/ institusi terkait.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan bahwa BAT telah memenuhi kriteria-kriteria menurut ketentuan tentang penyelenggaraan KEK.

BAT juga memenuhi kualifikasi rencana bisnis yang mampu memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional khususnya industri aviasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Nilai investasi Rp 7,29 triliun serta dapat menyerap tenaga kerja berkisar 9.976 orang pada 2030. Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa 65-70 persen dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp 26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Dalam jangka menengah, KEK BAT diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang diprediksi memiliki rata-rata 12.000 unit pesawat udara dan nilai bisnis sebesar 100 miliar dollar AS pada 2025.

Baca juga: Ini Alasan Garuda Kembalikan Lebih Awal Pesawat Sebelum Jatuh Tempo

Batam Aero Technic yang mulai beroperasi pada 2014 merupakan perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat atau Maintenance Repair and Overhaul (MRO).

Fasilitas ini didirikan dengan tujuan untuk merawat dan memperbaiki pesawat-pesawat yang dioperasikan oleh perusahaan penerbangan yang tergabung dalam Lion Air Group seperti Lion Air, Wings Air, Batik Air, Lion Bizjet, Malindo Air, Thai Lion Air serta Angkasa Aviation Academy (sekolah pilot).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.