Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Kemanusiaan dan Ibu Toeti Heraty

Kompas.com - 13/06/2021, 21:31 WIB
Toety Heraty Rooseno

Kompas/Riza Fathoni (RZF)
24-01-2016

utk Persona Koming RIZA FATHONIToety Heraty Rooseno Kompas/Riza Fathoni (RZF) 24-01-2016 utk Persona Koming

PAGI tadi saya menerima WA berita duka meninggalnya Ibu Toeti Heraty, seorang multi talenta, seorang penulis, psikolog, penyair, perawat benda seni dan juga seorang filsuf yang sangat memperhatikan tentang kemanusiaan.

Saya sendiri belum lama mengenal beliau secara pribadi dan baru berkesempatan bertemu dua kali tatap muka beberapa hari saja sebelum beliau meninggalkan dunia yang fana ini. Saya kebetulan diajak oleh Dr Nasir Tamara, sahabat saya untuk bergabung dalam kegiatan sosial yang berurusan dengan teman teman para penulis.

Di komunitas itulah saya berkesempatan bertemu muka dengan Ibu Toeti Heraty. Apabila hanya sebatas nama tentu saja sudah lama saya kenal Ibu Toeti Heraty, sebagai putri dari mantan Menteri PU dan Menteri Perhubungan RI yang terkenal sebagai Bapak Beton Indonesia Dr Ir Roosseno Soerjohadikoesoemo. Ibu Toeti Heraty memang dikenal luas sebagai seorang yang banyak bergiat di bidang seni.

Dari perjumpaan pertama dan kedua itu, saya sempat ngobrol berdua dengan Ibu Toeti cukup lama, bertukar pikiran dan pengalaman. Sangat menyenangkan ngobrol dengan beliau yang sangat sarat pengalaman dan tentu saja juga sarat pengetahuan.

Yang mengagumkan adalah tidak ada satu kalimat pun keluar dalam cerita beliau tentang perjalanan hidupnya menceritakan mengenai “kehebatan” ayahnya yang terkenal itu. Ibu Toeti hanya menceritakan tentang bagaimana ayahnya sangat kecewa saat ia memutuskan untuk menghentikan kuliahnya di Fakultas kedokteran ditengah jalan.

Alasannya sangat sederhana, karena Ibu Toeti ingin memperoleh pengetahuan tentang kemanusiaan yang ternyata tidak ditemukannya di Fakultas Kedokteran. Itu sebabnya ia pindah ke Fakultas Psikologi dengan harapan memperoleh apa yang diinginkan yaitu pengetahuan tentang kemanusiaan.

Ketika saya tanyakan apakah pengetahuan kemanusiaan kemudian diperolehnya di fakultas psikologi, ia menjawab tidak juga, walau diakui ia memang telah memperoleh sebagian saja dari pengetahuan kemanusiaan yang di idamkannya. Itu sebabnya Ibu Toeti melanjutkan belajar ilmu Filsafat hingga berhasil memperoleh gelar Doktor (bukan honoris causa) di Universitas Indonesia pada tahun 1979.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ibu Toeti mengatakan kepada saya , dia menemukan tentang kemanusiaan dalam proses belajar ilmu filsafat. Beliau juga menceritakan betapa setelah ia lulus sebagai Doktor Ilmu Filsafat ia melaporkan diri pada ayahnya sebagai bentuk mempertanggung jawabkan keputusannya saat keluar ditengah jalan ketika menempuh kuliah di fakultas kedokteran.

Ia keluar dari fakultas kedokteran, akan tetapi dia berhasil dengan sukses menyelesaikan program Doktor walau dalam ilmu Filsafat, bukan dibidang kedokteran. Akan tetapi pencapaiannya itu adalah merupakan sesuatu yang dapat menjawab keinginan tahuannya tentang arti dari kemanusiaan.

Ia menyatakan kepuasannya berhasil menemukan pencariannya selama ini tentang kemanusiaan dalam proses belajar ilmu filsafat. Sebuah perjalanan hidup yang bukan main sangat mengagumkan, saya sangat terpesona dengan kegigihan beliau itu. Ngobrol dengan ibu Toeti “sangat menyenangkan” seperti halnya bila kita berbicara dengan orang cerdas yang rendah hati, kaya pengalaman dan sekaligus sarat ilmu pengetahuan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.