Soal Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, Pengusaha: Uang Tip yang Dibudidayakan

Kompas.com - 14/06/2021, 12:02 WIB
Aktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (29/3/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 2 miliar dollar AS. Untuk ekspor, realisasinya sebesar 15,27 miliar dollar AS atau tumbuh 8,56 persen (yoy). Sedangkan nilai impor realisasinya 13,26 miliar dollar AS atau tumbuh 14,86 persen. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (29/3/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 2 miliar dollar AS. Untuk ekspor, realisasinya sebesar 15,27 miliar dollar AS atau tumbuh 8,56 persen (yoy). Sedangkan nilai impor realisasinya 13,26 miliar dollar AS atau tumbuh 14,86 persen.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktik pungutan liar (pungli) di area Pelabuhan Tanjung Priok tengah ramai disorot, setelah Presiden Joko Widodo menerima keluhan langsung dari sejumlah sopir kontainer.

Asosisasi pengusaha truk yang tergabung dalam Keamanan dan Keselamatan Indonesia (Kamselindo) menyatakan, praktik pungli sudah lama terjadi di salah satu pelabuhan terbesar di Asia Tenggara itu.

Ketua Umum Kamselindo Kyatmaja Lookman mengatakan, praktik pungli merupakan uang ‘pelicin’ yang dikeluarkan oleh sopir kontainer agar aktivitas bongkar muat di pelabuhan dapat dilakukan.

Baca juga: Presiden Minta Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok Diberantas, Ini Langkah Pelindo II

“(Pungli) uang tip yang dibudidayakan, kalau tidak dikasih, tidak dilayani,” katanya kepada Kompas.com, Senin (14/6/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai direktur utama PT Djaja Logistic itu menyebutkan, meskipun nominal uang yang perlu dikeluarkan tidak besar, namun pungli terjadi di banyak titik pelabuhan.

“Tiap tempat (ada pungli), satu ekosistem,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain aksi pungli di dalam kawasan pelabuhan, sopir konrainer juga perlu menghadapi pungli yang identik dengan aksi premanisme dalam perjalanannya ke pelabuhan.

Berbagai aksi premanisme dirasakan oleh sopir konteiner, mulai dari pedagang asongan yang menawarkan dagangannya dengan harga tidak masuk akal, hingga penodongan.

“Ketika mobil melambat, langsung dinaikin, langsung diambil yang ada di dashboard,” katanya.

Baca juga: Ada Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, Ini Respon JICT

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.