Kompas.com - 14/06/2021, 18:19 WIB
Ilustrasi Pupuk Urea buatan PT Pupuk Kujang di Pabrik Pupuk PT Kujang Cikampek, Jawa Barat, Jumat (19/5/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOIlustrasi Pupuk Urea buatan PT Pupuk Kujang di Pabrik Pupuk PT Kujang Cikampek, Jawa Barat, Jumat (19/5/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyebut stok pupuk bersubsidi hingga saat ini dalam kondisi yang sangat cukup atau bahkan melimpah dengan ketersediaan lebih dari 300 persen di atas ketentuan pemerintah.

Bakir dalam rapat dengar pendapat dengan Panitia Kerja pupuk bersubsidi dan kartu tani di Komisi IV DPR RI Jakarta, Senin,mengatakan per tanggal 10 Juni 2021 pihaknya memiliki stok pupuk di lini III sebesar 911.458 ton atau setara 304 persen di atas ketentuan pemerintah.

"Jadi stok pupuk kami untuk pupuk subsidi sangat berlimpah saat ini," kata Bakir.

Baca juga: Indonesia dan Uzbekistan Berpeluang Kerja Sama di Sektor Industri Pupuk

Bahkan, untuk kebutuhan sepanjang tahun 2021 Bakir mengungkapkan pihaknya telah menjaga ketersediaan stok di lini I hingga lini IV yang mencapai 15 juta ton.

"Pupuk Indonesia memiliki stok 15,3 juta ton, yang terdiri dari produksi 13,4 juta ton dan kita selalu memiliki stok di awal tahun 1,9 juta ton," kata dia.

Bakir memaparkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sampai dengan akhir Mei 2021 sebesar 76 persen dari target hingga Mei, atau setara 3.090.083 ton dari target sampai dengan Mei 2021 sebesar 4.082.689 ton.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi ada sekitar 1 juta ton kelebihan," kata dia.

Dalam melakukan pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi, Bakir menyebut Pupuk Indonesia telah membangun sistem yang berbasiskan teknologi informasi seperti aplikasi gudang, webcommerce, distribution planning & control system, dan akan mengembangkan sistem pengelolaan ritel.

"Pupuk Indonesia siap mengawal penyaluran pupuk bersubsidi di sisa tahun 2021 dengan menyiapkan stok pupuk bersubsidi sesuai ketentuan, menyediakan pupuk nonsubsidi, dan mendorong program agrosolution dalam memenuhi kekurangan pupuk subsidi," kata Bakir.

Kebutuhan pupuk subsidi pada tahun 2021 yaitu sebanyak 9,04 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik cair.

Baca juga: Kuartal I-2021, Pupuk Indonesia Catatkan Laba Rp 929 Miliar

 

Bakir menekankan bahwa PT Pupuk Indonesia siap memasok kebutuhan penyaluran pupuk bersubsidi sebanyak 9 juta ton.

Dari 15,3 juta ton total produksi Pupuk Indonesia, sebanyak 4,4 juta ton akan digunakan sebagai pupuk nonsubsidi. Selain itu, Pupuk Indonesia juga menyediakan cadangan di akhir tahun 2021 dengan tujuan agar ada ketersediaan pupuk di awal tahun 2022 sekitar 1,9 juta ton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.