Sri Mulyani ke Pedagang Pasar: Barang Untuk Rakyat Nggak Dikenai Pajak...

Kompas.com - 14/06/2021, 19:51 WIB
Menkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1) KemenkeuMenkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1)
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani baru saja mengunggah foto di akun instagram resminya, @smindrawati, Senin (14/6/2021).

Unggahan tersebut berisi 1 video dan beberapa foto ketika ia berkunjung ke Pasar Santa, Jakarta Selatan, pagi hari ini.

Di dalam video yang ia unggah, terlihat ia sedang berbincang dengan beberapa pedagang sembari memilih barang belanjaan.

Di video tersebut, salah satu pedagang mengungkapkan keresahannya mengenai wacara pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk bahan pokok atau sembako.

Baca juga: Sri Mulyani Was-was, Naiknya Kasus Covid-19 Bisa Bikin Ekonomi RI Jeblok Lagi

Sri Mulyani pun memberi penjelasan kepada pedagang tersebut, pemerintah tidak memungut pajak sembako yang dijual di pasar tradisional.

"Kena pajak sembako? Aku nggak ngambil pajak, nggak ada PPN sekarang. Yang barang-barang untuk rakyat ini nggak dikenai," ujar Sri Mulyani seperti dikutip dari akun instagramnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati)


Pada keterangan unggahannya ia menjelaskan, pemerintah tidak asal dalam memungut pajak untuk penerimaan negara.

Dalam proses perumusan kebijakan, pemerintah menyusun pajak dengan melaksanakan azas keadilan.

"Misalnya beras produksi petani kita seperti Cianjur, rojolele, pandan wangi, dll yang merupakan bahan pangan pokok dan dijual di pasar tradisional tidak dipungut pajak (PPN). Namun beras premium impor seperti beras basmati, beras shirataki yang harganya bisa 5-10 kali lipat dan dikonsumsi masyarakat kelas atas, seharusnya dipungut pajak," jelas Sri Mulyani.

Baca juga: Soal PPN Sembako, Anggota Komisi XI DPR: Apakah Sri Mulyani Lelah Mencintai Indonesia?

Contoh lain, ia mengatakan, daging sapi premium seperti daging sapi Kobe dan Wagyu, yang harganya 10 kali lipat dari harga daging sapi biasa seharusnya diberi perilaku perpajakan yang berbeda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.