Mendag Curhat Sulitnya Dapat Pembiayaan Saat Jadi Pengusaha

Kompas.com - 15/06/2021, 09:39 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan bagaimana sulitnya mendapatkan pinjaman saat dia sedang merintis usahanya. Ia mengaku, kala itu ia harus menyerahkan jaminan untuk modal usaha melalui perbankan.

“Waktu saya jadi pengusaha, saya (mau pinjam ke bank) Rp 75 juta saja harus kasih jaminan 110 persen dari pinjamannya,” ungkap Lutfi, Senin (14/6/2021).

Menurut Lutfi, banyak pengusaha yang akhirnya memilih mengakses pinjaman melalui lembaga non-perbankan walaupun lebih berisiko.

Baca juga: Hingga Mei 2021, BRI Telah Salurkan Kredit Sindikasi Rp 4,4 Triliun

Lutfi menilai, harus ada terobosan yang dilakukan untuk menciptakan pelaku usaha yang tangguh. Hal utama adalah mendorong para pekerja informal untuk masuk ke sektor formal.

Hal ini mengingat banyak kemudahan yang bisa diperoleh untuk membangun usaha melalui pinjaman modal dari perbankan.

“Saya dan Pak Teten ini bekerja sama, memperbaiki peraturannya supaya perdagangan yang kita kerjakan ini tidak ada kecurangan, kita tidak bisa bersaing dengan situasi yang tidak seimbang. Ini sebagai terobosan disrupsi dan merupakan opportunity baru mesti kuat," tambah Lutfi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X