Jelang Rilis Neraca Perdagangan, IHSG dan Rupiah Justru Melemah

Kompas.com - 15/06/2021, 10:31 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Awali pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak di zona hijau, Selasa (15/6/2021). Namun, hingga pukul 9.17 WIB, dikutip dari RTI, indeks acuan saham tersebut justru melemah di level 6.055,46 atau turun 25 poin (0,41 persen).

Terdapat 128 saham menguat, 262 melemah, 181 di posisi stagnan. Perolehan nilai transaksi pagi ini baru mencapai Rp 1,44 triliun dari 3,52 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Sebelumnya, analis telah memprediksikan IHSG bakal melemah.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper menjelaskan, secara teknikal pergerakan IHSG sudah hampir mencapai resistance kuat upper bollinger band sehingga rentang penguatan sudah terbatas. Selain itu, pergerakan akan dibayangi kekhawatiran akibat jumlah kasus Covid-19 dalam negeri yang mencapai 8.000 kasus per hari.

Baca juga: IHSG Diprediksi Bergerak Melemah pada Hari Ini

"Investor juga akan mencermati data trade balance yang akan segera dirilis," kata dia dalam rekomendasi tersebut.

Sementara itu, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya juga menganalisa IHSG sepanjang Selasa bakal terkoreksi. Karena pola pergerakan IHSG hingga saat ini masih menunjukkan betah berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan peluang koreksi yang masih terlihat belum akan berakhir.

"Namun jelang rilis data perekonomian pada hari ini yaitu neraca perdagangan disinyalir masih akan berada dalam kondisi stabil akan turut memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG, sehingga momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek," jelas William.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara di pasar spot, posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) masih betah melemah. Dikutip dari Bloomberg, posisi kurs rupiah turun 34 poin atau 0,24 persen menjadi Rp 14.236 per dollar AS. Dibandingkan pada posisi sebelumnya yang berada di Rp 14.202 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.